“Fermentasi” Pengertian & ( Jenis – Contoh – Faktor Yang Mempengaruhi )

“Fermentasi” Pengertian & ( Jenis – Contoh – Faktor Yang Mempengaruhi )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Fermentasi yang dimana dalam hal ini meliputi Jenis dan Faktor Yang Mempengaruhi, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Fermentasi

Fermentasi ialah proses terjadinya penguraian senyawa-senyawa organik untuk menghasilkan energi serta terjadi pengubahan substrat menjadi produk baru oleh mikroba “Madigan, 2011”. Fermentasi berasal dari bahasa Latin Ferfere yang artinya mendidihkan.

Jenis-Jenis Fermentasi

Berdasarkan produk yang dihasilkan, fermentasi dibagi menjadi dua jenis yaitu “Belitz, 2009”:

  • Homofermentatif
    Yaitu fermentasi yang produk akhirnya hanya berupa asam laktat. Contoh: homofermentatif ialah proses fermentasi yang terjadi dalam pembuatan yoghurt.
  • Heterofermentatif
    Yaitu fermentasi yang produk akhirnya berupa asam laktat dan etanol sama banyak. Contoh heterofermentatif ialah proses fermentasi yang terjadi dalam pembuatan tape.

Berdasarkan penggunaan oksigen, fermentasi dibagi menjadi fermentasi aerobik dan anaerobik. Fermentasi aerobik ialah fermentasi yang memerlukan oksigen, sedangkan fermentasi anaerobik tidak memerlukan oksigen “Fardiaz, 1992”.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fermentasi

Keberhasilan fermentasi ditentukan oleh beberapa faktor yaitu:

Keasaman “pH”

Makanan yang mengandung asam biasanya tahan lama, tetapi jika oksigen cukup jumlahnya dan gampang dapat tumbuh serta fermentasi berlangsung terus, maka daya awet dari asal tersebut hilang. Tingkat keasamaan sangat berpengaruh dalam perkembangan bakteri. Kondisi keasamaan yang baik untuk bakteri ialah 4,5-5,5.

Mikroba

Fermentasi biasanya dilakukan dengan kultur murni yang dihasilkan di laboratorium, kultur ini dapat disimpan dalam keadaan kering atau dibekukan.

Simak Juga :  Penjelasan Peristiwa Yang Terjadi Dalam Sel Tumbuhan

Suhu

Suhu fermentasi sangat menentukan macam mikroba yang dominan selama fermentasi. Tiap-tiap mikroorganisme memiliki suhi pertumbuhan yang maksimal, suhu pertumbuhan minimal dan suhu optimal yaitu suhu yang memberikan terbaik dan perbanyakan diri tercepat.

Oksigen

Udara atau oksigen selama fermentasi harus diatur sebaik mungkin untuk memperbanyak atau menghambat pertumbuhan mikroba tertentu. Setiap mikroba membutuhkan oksigen yang berbeda jumlahnya untuk pertumbuhan atau membentuk sel-sel baru dan untuk fermentasi. Misalnya ragi roti “Saccharomycess cereviseae” akan tumbuh lebih baik dalam keadaan aerobik, tetapi keduanya akan melakukan fermentasi terhadap gula jauh lebih cepat dengan keadaan anaerobik.

Waktu

Laju perbanykan bakteri bervariasi menurut spesies dan kondisi pertumbuhannya. Pada kondisi optimal, bakteri akan membelah sekali setiap 20 menit. Untuk beberapa bakteri memilih waktu generasi yaitu selang waktu antara pembelahan, dapat dicapai selama 20 menit. Jika waktu generasinya 20 menit pada kondisi yang cocok sebuah sel dapat menghasilkan beberapa juta sel selama 7 jam.

Demikianlah pembahasan mengenai “Fermentasi” Pengertian & ( Jenis – Contoh – Faktor Yang Mempengaruhi ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: