Fungsi Lidah – Putih, Penyakit, Bagian, Mekanisme Dan Kelenjarnya

Diposting pada

Fungsi Lidah – Putih, Penyakit, Bagian, Mekanisme Dan Kelenjarnya – DosenPendidikan.Com -Pancaindra adalah organ-organ akhir yang dikhususkan untuk menerima jenis rangsangan tertentu pada manusia. Serabut syaraf yang melayaninya merupakan alat perantara yang membawa kesan rasa (sensory impression) dari organ indra menuju otak, dimana perasaan itu ditafsirkan. Beberapa kesan rasa timbul dari luar, seperti sentuhan, pengecapan, penglihatan, penciuman dan suara.


Manusia membutuhkan informasi berupa rangsangan dari lingkungan luar sekitar untuk dapat menjalani hidupnya dengan baik. Agar rangsangan yang berasal dari luar tubuh dapat ditangkap dibutuhkan alat-alat tubuh tertentu yang bernama indera. Kelima alat indera itu adalah mata, hidung, telinga / kuping, kulit dan lidah. Setiap orang normalnya memiliki lima / panca indera yang berfungsi dengan baik untuk menangkap rangsangan sehingga dapat memberikan respon sesuai dengan keinginan atau sesuai dengan insting kita.


Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah dikenal sebagai indera pengecap yang banyak memiliki struktur tunas pengecap. Lidah juga turut membantu dalam tindakan bicara.


Lidah merupakan bagian tubuh penting untuk indra pengecap yang terdapat kemoreseptor untuk merasakan respon rasa asin, asam, pahit dan rasa manis. Tiap rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat yang berbeda-beda.


Sedangkan telinga adalah alat indra yang memiliki fungsi untuk mendengar suara yang ada di sekitar kita sehingga kita dapat mengetahui / mengidentifikasi apa yang terjadi di sekitar kita tanpa harus melihatnya dengan mata kepala kita sendiri.


Pengertian Lidah Serta Fungsi Dan Strukturnya


Indra Pengecap Atau Lidah


Pengertian Indra Pengecap

Indera pengecap adalah indera yang lebih sederhana daripada penciuman. sensasi yang kita sebut pengecap berhubungan dengan bau dan rasa makanan di dalam mulut.


Pengertian Lidah

Lidah adalah suatu organ muskular yang berhubungan dengan pengunyahan, pengecapan dan pengucapan yang terletak pada sebagian di rongga mulut dan faring.


Makanan dapat diketahui rasanya karena adanya reseptor pengecap pada lidah yang disebut kuncup pengecap. Reseptor pengecap sangat peka terhadap zat kimia berupa larutan. Puting pengecap terdapat di kuncup pengecap (papila). Lidah manusia adalah struktur berotot yang terletak pada bagian lantai mulut yang digunakan untuk berbicara, makan dan mencicipi rasa. Lidah  manusia di lengkapi dengan tunas-tunas pengecap yang bisa mendeteksi zat kimia di dalam makanan dan minuman.


  • Reseptor pengecap : kuncup pengecap yang ditemukan terutama di tepi permukaan atas lidah dan pada palatum molle.
  • Kuncup pengecap terdiri atas kumpulan sel yang berlubang kecil dan menonjol ke permukaan lidah a papilla

Baca Juga : Pengertian, 6 Jenis Indera Manusia Dan Fungsinya (Panca Indera)


Struktur Kuncup Pengecap

  1. Reseptor untuk pengecapan adalah kuncup pengecap, suatu kemoreseptor yang terletak terutama di lidah, tetapi juga terdapat pada palatum lunak dan epiglottis.
  2. Kuncup pengecap terdapat dalam tonjolan mukosa lidah yang disebut papila.
  3. Masing-masing kuncup pengecap merupakan sekumpulan sel penunjang dan sel sensorik yang memiliki rambut dan menonjol membentuk pori-pori pengecap sentral serta dibasahi dengan saliva.

 Fungsi kuncup pengecap

  • Substansi saliva yang dirasakan harus berbentuk cairan atau larut dalam saliva
  • Kuncup pengecap bekerja sama dengan reseptor pada rambut pengecap. Hal tersebut akan menstimulasi dendrit sensorik yang berpilin di sekitar sel-sel sensorik dan mengakibatkan impuls saraf yang kemudian di transmisi di sepanjang sraf fasial dan saraf glosofaringeal melalui jalur pengecap menuju insula korteks serebelar.

Indera pengecap pada lidah bekerja sama dengan indera penciuman untuk mengidentifikasi aroma makanan untuk di olah dalam otak sehingga manusia bisa merasakan perbedaan aroma makanan dan minuman yang akan di kosumsi Pada hakikatnya lidah mempunyai hubungan yang sangat erat dengan indra khusus pengecap. Lidah sebagian besar terdiri atas dua kelompok otot :


  1. Otot intrinsikà Lidah melakukan gerak halus
  2. Otot ekstrinsikà Mengaitkan lidah pada bagian bagian sekitarnya serta melaksanakan gerakan gerakan kasar yang sangat penting pada saat mengunyah dan menelan

  • Lidah mengaduk makanan, menekannya pada langit langit dan gigi ,dan akhirnya mendorong masuk faring.
  • Lidah terletak pada dasar mulut, sementara pembuluh darah dan urat saraf masuk dan keluar pada akarnya.Ujung serta pinggiran lidah bersentuhan dengan gigi gigi bawah, sementara dorsum merupakan permukaan melengkung pada bagian atas lidah.
  • Bila lidah digulung kebelakang, tampaklah permukaan bawahnya yang disebut frenulum linguae,sebuah struktur ligamen halus yang mengaitkan bagian posterior lidah pada dasar mulut.

Baca Juga : 8 Organ Sistem Pencernaan Serta Fungsinya Terlengkap


Fungsi Lidah

  1. Mendorong makanan
  2. Mengaduk makanan
  3. Menbolak-balik makanan
  4. Merasakan keras dan lembutnya makanan
  5. Melumatkan makanan
  6. Fungsi papil/kuncup pengecap: kuncup pengecap bekerja sama dengan reseptor pada rambut pengecap, kemudian menstimulasi dendrite sensorik- impuls saraf- saraf fasial (CN VII) dan saraf glosofarinyeal (CN IX) melalui jalur pengecap – insula korteks serebelar.

Anatomi fisiologi lidah

  • Dasar lidah, yaitu sepertiga posterior, bagian faringeal dari lidah, dasar lidah mendekati dasar mulut.
  • Badan lidah, yaitu dua pertiga anterior dari lidah, terletak tepat di rongga mulut.
  • Apeks lidah, yaitu bagian ujung dari lidah.
  • Papilla lingual, permukaan tertentu dari lidah yang mempunyai struktur agak naik dari mukosa khusus. Terdiri dari:

  1. Papilla filiformis, papila yang tipis, seprti benang, dan keputih-putihan, yang membuat permukaan dorsal memiliki tekstur beledu/beludru.
  2. Papilla Fungiformis, papilla yang berwarna kemerahan, lebih kecil dan berbentuk seperti bintil-bintil jamur pada permukaan dorsal.

  • Sulcus terminalis, adalah struktur yang terletak lebih posterior dari permukaan dorsal dan lebih sulit untuk dilihat secra klinis groove-nya yang berbentuk seperti huruf V terbalik.
  • Foramen Caecum, terletak di ujung belakang sulcus terminalis yang menghadap ke kerongkongan. Ukurannya kecil dan seperti pit.
  • Papilla Circumvallte, yaitu papilla yang memiliki bentuk seperti jamur yang besar, berada di sepanjang sisi anterior sulcus terminalis, jumlahnya sekitar 10-14. Di belakang sulcus terminalais dan foramen caecum pada permukaan dorsal terdapat struktur jaringan yang irregular yaitu lingual tonsil.

  • Papilla Foliata, yaitu papilla yang terletak di permukaan lateral lidah.
  • Taste Bud (Kuncup perasa), yaitu struktur yang berhubungan dengan papila lingual yang merupakan organ khusus untuk merasa/mengecap rasa.
  • Sulcus media, yaitu lekukan garis tengah pada bagian permukaan dorsal lidah.

Ada lebih dari 10.000 tunas pengecap pada lidah manusia, sel-sel ini tumbuh seminggu setelah itu digantikan oleh sel-sel yang baru. Sel-sel reseptor (tunas pengecap) terdapat pada tonjolan-tonjolan kecil pada permukaan lidah (papila). Sel-sel inilah yang bisa membedakan rasa manis asam, pahit dan asin.


  • Rasa manis dapat di rasakan oleh indra pengecap yang terletak di bagian depan lidah
  • Rasa Asin dirasakan pada sepanjang bagian sisi depan lidah
  • Rasa asam di rasakan di sepanjang sisi bagian belakang lidah
  • Rasa pahit di kecap pada bagian belakang lidah

  1. Pahit yang ditimbulkan oleh alkaloid tumbuhan, seperti kina, zat ini banyak yang bersifat racun.
  2. Asin, ditimbulkan oleh kation Na, K, Ca.
  3. Manis ditimbulkan oleh gugus OH. Gugus ini terdapat pada gula, keton dan asam amino tertentu.
  4. Asam yang ditimbulkan oleh ion H

Lidah mempunyai tiga macam papila, sebagai berikut:

  1. Papila berbentuk benang (papila filiformis)

merupakan papila peraba. Papila ini menyebar di seluruh permukaan lidah.Organ ujung untuk pengecapan adalah adalah putting putting pengecap yang sangat banyak terdapatdalam dinding papilla sirkumvalata dan fungiformis. Papila filiformis lebih berfungsi untuk menerima rasa sentuh daripada rasa pengecapan yang sebenarnya .Selaput lender langit langit dan faring juga bermuatan putting putting pengecap.


  1. Papila yang dilingkari saluran (papila sirkum valata)

Ada 8 hingga 12 buah jenis ini yang terletak pada bagian dasar lidah.Papila sirkumvalata adalah jenis papilla yang terbesar , danmasing masing dikelilingi semacam lekukan seperti parit. Papila ini tersusun berjajar membentuk huruf V pada bagian belakang lidah.

  1. Papila berbentuk jamur (Papila fungiformis )

Menyebar pada permukaan ujung dan sisi lidah, dan berbentuk jamur.

Baca Juga : 16 Bagian Mata Manusia dan Fungsinya


Persarafan Lidah

Persarafan pada lidah dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:

  1. Saraf sensoris, untuk mempersarafi :
  2. Dua pertiga anterior oleh nervus lingualis.
  3. Sepertiga posterior oleh nervus lingualis, glosofaring dan vagus.
  4. Saraf pengecap, untuk mempersarafi :
  5. Dua pertiga anterior oleh serabut-serabut nervus fasialis.
  6. Satu pertiga posterior oleh nervus glosofaring.
  7. Saraf motorik

Mempersarafi otot-otot lidah yaitu otot stiloglosus, hioglosus dan genioglosus. Lidah memiliki pelayanan persyarafan yang majemuk. Otot otot lidah mendapat persyarafan dari urat syaraf hipoglosus ( saraf otak ke XII ). Daya perasaaanya dibagi menjadi :


  1. Perasaan Umum : Yang menyangkut taktil perasa seperti membedakan ukuran , bentuk ,susunan, kepadatan , suhu dan sebagainya. Impuls perasaan umum bergerak mulai dari bagan anterior lidah dalam serabut saraf lingual yang merupakan sebuah cabang urat saraf cranial ke-V
  1. Rasa pengecap khusus : Manis, pahit, asam dan asin impuls indera pengecap bergerak dalam korda timpani bersama saraf lingual, lantas bersatu dengan saraf cranial ketujuh, yaitu nervus saraf fasialis saraf cranial ke –IX, saraf glosofaringeal, membawa baik impuls perasaan umum maupun perasaan khusus dari sepertiga posterior lidah.

Baca Juga : Fungsi Dan Bagian Pada Sistem Saraf Pusat Manusia


Vaskularisasi Lidah

Arteri Lingualis

Arteri lingualis merupakan cabang dari arteri karotis eksterna. Arteri ini terus berjalan melewati otot-otot pengunyahan bagian posterior menuju ke tulang hioid, kemudian bersama-sama dengan nervus hipoglosus dan vena lingualis menuju otot hioglosus. Setelah melewati otot hioglosus arteri lingualis ini bercabang, yaitu rami dorsalis lingual dan di ujung anterior terbagi lagi menjadi dua cabang terminalis :


  1. Arteri sublingualis berjalan diantara otot genioglosus dan glandula sublingual.
  2. Arteri lingualis profunda terletak di bagian lateral permukaan bawah lidah.

Vena vena pada lidah

Vena lingualis profunda terletak pada membrane mukosa bagian lateral bawah lidah . Vena lingualis profunda dan vena sublingualis bergabung dengan dorsal lingualis di daerah posterior dari otot hioglosus , lalu berjalan menuju vena jugularis.


Pembuluh Limfe

Pembuluh limfe berjalan di belakang papila sirkumvalata menuju posterior menembus dinding faring dan memasuki nodus limfatikus di daerah servikal yang terletak di sebelah lateral vena jugularis interna:

  1. Pembuluh marginal

Pembuluh marginal terdapat pada satupertiga luar dari permukaan atas lidah. Pembuluh marginal terbagi menjadi dua bagian, bagian anterior berjalan dari ujung lidah dan berakhir di nodus limfatikus submaksilaris, bagian posterior berjalan di belakang otot milohioid dan berakhir di nodus jugulo omohioiedeus.6

  1. Pembuluh sentral

Pembuluh ini berjalan dari ujung lidah ke bawah melalui otot miloihioid dan berakhir pada nodus submental.6


Mekanisme Pengecapan

Mekanisme kerja lidah adalah :

Tiap kuncup pengecap tersusun dari sel-sel yang memiliki rambut berukuran mikro yang sensitif, disebut mikrovilli. Rambut-rambut super mini ini pada saat berkontak dengan makanan akan mengirimkan pesan ke otak, lalu otak akan menerjemahkan sinyal yang diberikan tersebut dan menentukan rasa dari makanan yang kita makan.


Ada beberapa hal yang dapat membuat reseptor kuncup pengecap menjadi kurang sensitif. Bila kita mengemut es batu sebelum makan, dinginnya es dapat membuat kuncup pengecap menjadi kurang sensitif. Begitu juga kalau lidah kita terkena makanan yang terlalu panas, dapat menyebabkan ‘tongue burning’ dan biasanya baru akan pulih dalam 1-2 hari. Lidah yang kebersihannya tidak terjaga juga dapat menyebabkan kesensitifan lidah berkurang, karena banyaknya plak yang terkumpul di permukaan lidah. Selain itu, produksi air liur yang berkurang dan menyebabkan keadaan mulut kering (xerostomia) juga membuat lidah tidak bekerja maksimal.


Saat kita terkena influensa, biasanya makanan apapun terasa hambar. Itu karena lidah tidak bekerja sendirian. Proses pengecapan rasa tidak hanya digawangi oleh lidah tapi juga dibantu oleh hidung. Hidung membantu untuk pengecapan makanan dengan membauinya sebelum makanan dikunyah dan ditelan. Bau yang kuat dari suatu makanan dapat mempengaruhi kuncup pengecap.


Secara skema dapat ditulis bahwa makanan dan minuman merangsang ujung2 syaraf-syaraf pengecap yg terdapat di papilla  rangsang diteruskan ke otak ( otak memproses dan kita merasakan berbagai rasa pada makanan ). Tetapi tidak seperti kelenjar saliva yang “istirahat” pada saat kita tidur sehingga produksi saliva menurun, lidah tetap beraktivitas meskipun kita sedang tidur. Lidah mendorong saliva ke tenggorokan supaya bisa ditelan.


Kelainan pada indera pengecap

Kanker Lidah

Kanker lidah adalah kanker yang terjadi pada lidah. Kanker lidah adalah jenis umum dan serius dari kanker kepala dan leher. Kondisi ini biasanya muncul sebagai sel skuamosa (tempat, benjolan putih atau ulkus) pada lapisan luar lidah. Studi penelitian menunjukkan bahwa orang dengan riwayat nikotin dan ketergantungan alkohol memiliki insiden yang lebih tinggi kanker lidah.


Lebih dari 10.000 orang Amerika didiagnosa setiap tahun dengan kanker lidah. Ketika kanker terbentuk di depan dua-pertiga dari lidah, itu diklasifikasikan sebagai jenis kanker rongga mulut disebut kanker lidah mulut. Kanker yang berkembang di sepertiga sisanya lidah disebut kanker dasar lidah dan dianggap sebagai bentuk tenggorokan (orofaringeal) kanker.


Penyebab kanker lidah

Asap rokok yang mengepul dalam rongga mulut dan terkena lidah dapat memicu kanker lidah. Selain asap rokok, kebiasaan minum alkohol dapat memicu munculnya kanker lidah, selain itu pemakaian gigi palsu yang tidak sesuai, kebersihan mulut yang buruk, radang kronis dan genetik dapat menjadi penyebab kanker lidah.


Gejala dan tanda kanker lidah

Gejala dan tanda yang dapat muncul pada kanker lidah adalah :

  1. biasanya terdapat luka (ulkus) seperti sariawan yang tidak sembuh dengan pengobatan yang adekuat,
  2. mudah berdarah,
  3. nyeri lokal,
  4. nyeri yang menjalar ke telinga,
  5. nyeri menelan,
  6. sulit menelan,
  7. pergerakan lidah menjadi semakin terbatas.

Pengobatan kanker lidah

Pengobatan kanker lidah berdasarkan stadium kanker, umumnya dilakukan dengan operasi, radioterapi atau kemoterapi. Kanker pada dasar lidah biasanya dirawat dengan kombinasi kemoterapi dan terapi radiasi (kemoradiasi), kadang-kadang diikuti dengan pembedahan.


Sariawan

Seriawan (disebut pula sariawan) atau stomatitis aphtosa adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka pada mulut yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung. Munculnya Seriawan ini disertai rasa sakit yang tinggi.


Seriawan merupakan penyakit kelainan mulut yang paling sering ditemukan. Sekitar 10% dari populasi menderita dari penyakit ini, dan wanita lebih mudah terserang daripada pria. Ada beberapa faktor penyebab yang diduga menjadi penyebab munculnya seriawan, seperti luka tergigit, mengonsumsi makanan atau minuman panas, alergi, kekurangan vitamin C dan zat besi, kelainan pencernaan, kebersihan mulut tidak terjaga, faktor psikologi, dan kondisi tubuh yang tidak fit.


Seriawan di tempat yang sama selama dua minggu hingga satu bulan dapat dijadikan indikasi adanya kanker rongga mulut. Stomatitis Aphtous/Ulcer bukan hanya disebabkan karena kekurangan Vitamin C, namun sebaliknya SA dikenal disebabkan oleh alergi citrus atau alergi makanan yang mengandung asam, kondisi imun yang lemah, obat-obatan tertentu, trauma fisik (ataupun penggunaan gigi palsu baru), dsb


  • Oral candidosis.  Penyebabnya adalah jamur yang disebut candida albicans.. gejalanya lidah akan tampak tertutup lapisan putih yang dapat dikerok.
  • Atropic glossitis. Penyakit ini juga sering ditemukan. Lidah akan terlihat licin dan mengkilat baik seluruh bagian lidah maupun hanya sebagian kecil. Penyebab yang paling sering biasanya adalah kekurangan zat besi. Jadi banyak didapatkan pada penderita anemia.
  • Geografic tongue. Lidah seperti peta, berpulau-pulau. Baik banyak maupun sedikit. Bagian pulau itu berwarna merah dan lebih licin dan bila parah akan dikelilingi pita putih tebal.
  • Fissured tongue. Lidah akan terlihat pecah-pecah. Kadang garis hanya satu ditengah, kadang juga bercabang-cabang.
  • Glossopyrosis. Kelainan ini berupa keluhan pada lidah dimana lidah terasa sakit dan panas dan terbakar tetapi tidak ditemukan gejala apapun dalam pemeriksaan. Hal ini kebanyakan karena psikosomatis dibandingkan dengan kelainan pada syaraf.

Struktur Lidah

Ada beberapa struktur lidah yang memiliki kinerja yang sangat penting diantaranya yaitu:


Bagian Lidah Yang Menerima Rangsangan

Bagian lidah yang dapat menerima rangsangan kimia berada di ujung permukaan luar lidah yang dinamakan sebagai ujung pengecap. Setiap ujung pengecap memiliki sensitivitas yang berbeda terkait sejumlah rasa terutama rasa umum yang sering kita rasakan meliputi seperti:

  • Rasa manis
  • Pahit
  • Asin
  • Dan Asam

Rasa manis dirasakan oleh bagian pangkal lidah. Rasa asam oleh bagian tepi depan kiri dan kanan serta rasa asin di bagian tepi belakang kiri dan kanan. Adapun rasa yang lainnya seperti rasa kopi, cokelat dan sebagainya merupakan kombinasi antara empat rasa umum di atas dengan bau dari makanan atau minuman yang kita makan sehingga timbul sesuatu yang dinamakan cita rasa. Oleh karena itulah, bila kita sedang terkena influenza maka akan mengurangi cita rasa sebuah masakan.


Nah berikut ini beberapa zat yang menimbulkan beberapa rasa yakni alkaloid tumbuhan yang dapat menimbulkan rasa pahit, kation Na, K, Ca yang bisa menimbulkan rasa asin, gugus OH yang dapat menimbulkan rasa manis dan ion H yang dapat ,menimbulkan rasa amam. Untuk jumlah pengecap pada manusia dapat mencapai 10.000 buah yang dimana letaknya tersembunyi secara rapi diantara tonjolan-tonjolan lidah yang dinamakan sebagai papila.


Papila terdiri dari beberapa lapisan yaitu:

  • Papila filiformis pada seluruh lapisan lidah yang berfungsi menerima rangsangan rasa sentuh dan pengecapan.
  • Papila sirkumvalata berada di dasar lidah dengan bentuk sepertu huruf V, yang pada lidah manusia jumlah sirkumvalata dapat mencapai 8 hingga 12 buah.
  • Papila fungiformis menyebar pada permukaan ujung dan sisi lidah dan berbentuk seperti jamur.
  • Papila foliata terletak pada bagian pinggir lidah.

Di setiap papila terdapat banyak ujung pengecap dimana disetiap ujung pengecap ini masing-masing terdapat tiga jenis sel yakni:

  • Sel penyokong/pendukung (sustentacular) yang berfungsi menopang.
  • Sel pengecap yang berupa tonjolan seperti rambut yang keluar dari lubang pengecap/reseptor.
  • Sel basal yang mampu menghasilkan sel penyokong (sustentacular) dan sel pengecap.

Cara Lidah Menanggapi Rangsangan

Lidah dapat menerima rangsangan kimia yang terlarut dalam minuman yang kita minum. Pada kasus makanan, ada sebuah proses pengunyahan dimana sebauah makanan akan dihaluskan dan dicampur dengan ludah. Nah, pada proses ini maka bahan kimia (molekul rasa) yang ada di dalam makanan akan terlarut bercampur dengan ludah (air liur) yang kemudian masuk ke dalam lubang pengecap.


Di dalam lubang pengecap, bahan kimia akan dideteksi oleh rambut pengecap sehingga dapat menimbulkan perbedaan potensial di sensor sel (sel gustatory) sehingga menghasilkan impuls saraf yang kemudian teruskan ke dalam sistem saraf pusat. Adapun bagian otak yang menerima rangsangan ini yakni saraf kranila VII (fasial) dan saraf kranial IX (glosofaringeal).


Kelainan pada Lidah


Lidah Berfisur (Lidah Berplika,Scrotal Tongue)

Lidah berfisur adalah variasi dari anatomi lidah normal yang terdiri atas satu fisura garis tengah, fisura ganda atau fisura multiple pada permukaan dorsal dari 2/3 bagian anterior lidah. Penyebabnya tidak diketahui tapi lidah berfisur barangkali suatu proses perkembangan dan bertambah banyak dengan bertambahnya usia.


Umumnya terjadi pada sindrom down. Fisura ini dapat terkena radang sekunder dan menyebabkanhalitosis sebagai akibat dari penumpukan makanan. Maka dari itu pada individu yang memiliki lidah berfisur dianjurkan untuk menyikat lidah agar fisur tetap bersih. Ini merupakan keadaan yang jinak.


Ankiloglosia

Frenulum lingualis normalnya melekat pada ventral lidah dan tuberkel venial dari mandibula. Tetapi jika frenulum melekat pada dasar mulut dan gusi lingual atau ujung ventral dari lidah maka keadaan ini dinamakan ankiloglosia (tongue tie).


Varikositas lidah

Varikositas lidah atau pelebaran vena adalah temuan umum pada orang tua. Penyebabnya adalah penyumbatan vena oleh benda asing internal seperti plak atau hilangnya elastisitas dinding vaskuler akibat penuaan. Keadaan ini paling umum timbul superfisial pada permukaan ventral dari 2/3 anterior lidah dan dapat meluas ke tepi lateralnya. Varikositas tampak sebagai pertumbuhan noduler, berfluktuasi, merah-biru sampai ungu.


Makroglosia

Makroglosia merupakan pembesaran lidah yang dapat merupakan kelainan perkembangan yang disebabkan oleh hipertrofi otot lidah idiopatik, hemihipertrofi otot-otot, tomor jinak, hamartoma atau kista. Lidah yang besar dapat mendorong gigi dan tapakan gigi akan terbentuk pada tepi lateral lidah seperti kerang. Keadaan ini dapat terlihat pada penderita sindrom down dan pada kretinisme kongenital akibat kekurangan hormon kelenjar tiroid pada ibu.


Mikroglosia

Mikroglosia adalah lidah yang kecil dari ukuran normalnya. Kejadian ini sangat jarang ditemukan. Biasanya terdapat pada sindrom Pierre Robin yang merupakan kelainan herediter. Pada hemiatrofi lidah, sebagian lidah mengecil. Penyebabnya dapat berupa cacat pada sara hipoglosus yang mempersarafi otot lidah. Tanpa rangsangan otot lidah menjadi atrofi dan tubuh lidah menjadi mengecil. Pada kasus ini selain cacat pada lidah juga menumbulkan kerusakan di tempat lain.


Sumbing Lidah (cleft tongue)

Sumbing lidah terjadi akibat terganggunya perpaduan bagian kanan dan kiri lidah.


Tiroid Lingual

Tiroid lingual tampak sebagai suatu penonjolan pada pangkal lidah sekitar foramen caecum yang mengandung jaringan tiroid. Patogenesis : Kelenjar tiroid dibentuk pada pangkal lidah (foramen caecum). Pada minggu ke-5 intrauterin akan turun ke bawah di depan trakea dan berhenti di depan os. Hyoideum dan os tiroid. Jika sebagian tidak turun maka terjadi tiroid lingual.


Kista Tiroglosus

Kista ini selalu terletak pada garis tengah leher depan. Secara mikroskopis kista ini mengandung sisa jaringan tiroid yang terdiri atas folikel kelenjar tiroid yang mengandung koloid. Kista ini perlu dibedakan dengan kista lain yang ditemukan juga pada leher, misalnya kista brankiogenik yang letaknya tidak pada garis tengah tetapi lebih ke samping.


Median Romboid Glositis

Median romboid glositis merupakan kelainan kongenital akibat kelainan perkembangan embrional. Kedua tuberkulum lateral lidah tidak bertemu ditengah lidah dan tidak menutup bagian tengah yang disebut tuberkulum impar. Bagian tengah tampak sebagai suatu daerah berbentuk belah ketupat berwarna kemerahan seperti terkena radang dengan permukaan licin karena tidak berpapil. Kelainan ini termasuk cacat kongenital.


Lidah Geografik (Glositis migratori jinak dan eritema migrans)

Lidah geografik ini biasanya terjadi pada anak-anak. Tampak daerah kemerahan pada dorsum lidah akibat deskuamasi papila filiformis dikelilingi daerah sidikit menonjol dan berbatas tegas dengan tepi tidak beratur dan berwarna putih kekuningan. Papila fungiformis tetap ada. Lesi umumnya tidak terasa sakit, tapi dapat terasa sakit saat makan makanan asin dan pedas. Jarang sekali disertai stomatitis areata migrans pada sisi lain mukosa mulut yang umumnya pada mukosa labial atau bukal.


Hairy tongue (Lingua vilosa, lidah Berselaput)

Hairy tongue adalah pemanjangan secara abnormal dari papila-papila filiformis yang membuat dorsum lidah tampak seperti berambut. Penyebabnya adalah hipertrofi dari papila filiformis, hal ini berhubungan dengan deposisi keratin yang meningkat maupun keterlambatan lepasnya lapisan tanduk. Pasien yang tidak membersihkan lidahnya adalah yang paling umum mengalaminya.


Demikianlah pembahasan mengenai Fungsi Lidah – Putih, Penyakit, Bagian, Mekanisme Dan Kelenjarnya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂