“Insomnia” Pengertian & ( Gejala – Pengaruh – Jenis – Faktor Penyebab )

Diposting pada

“Insomnia” Pengertian & ( Gejala – Pengaruh – Jenis – Faktor Penyebab )

DosenPendidikan.Com – Istilah insomnia berasal dari bahasa Latin yaitu “in”= tidak atau tanpa dan “somnus” = tidur. Maksudnya ialah tidak dapat tidur atau sulit untuk memulai tidur, sulit untuk tetap tidur, dan kesulitan untuk memperoleh kualitas tidur yang cukup “Nevid, 2005:70”.

Pengertian Insomnia

Insomnia ialah keluhan yang sering muncul berupa kendala-kendala seperti kesulitan tidur, tidur tidak tenang, kesulitan menahan tidur atau untuk tetap tidur, seringnya terbangun di pertengahan malam dan seringnya terbangun lebih awal pada diri seseorang “Rafknowledge, 2004:57”.

Gejala Dan Pengaruh Insomnia

Insomnia ialah gejala atau penyakit akibat dari kekurangan tidur atau yang terganggu oleh jam-jam dari bagian waktu yang tak sadar yang merupakan bagian terpenting untuk menuju tidur nyenyak. Penderita insomnia sesungguhnya juga bukan semata-mata karena akibat seringnya kurang tidur atau berada dalam pendeknya masa tidur, tetapi sangat mungkin disebabkan oleh adanya beberapa faktor lain “Vrisaba, 2002”.

Insomnia atau gangguan sulit tidur merupakan suatu keadaan seseorang dengan kuantitas dan kualitas tidur yang kurang. Gejala insomnia sering dibedakan sebagai berikut “Laniwaty, 2001:13”:

  • Kesulitan memulai tidur “initial insomnia” biasanya disebabkan oleh adanya gangguan emosi ketegangan atau gangguan fisik “misal: keletihan yang berlebihan atau adanya penyakit yang mengganggu fungsi organ tubuh”.
  • Bangun terlalu awal “early awakening” yaitu dapat memulai tidur dengan normal, namun tidur mudah terputus dan atau bangun lebih awal dari waktu tidur biasanya, serta kemudian tidak bisa kembali tidur lagi. Gejala ini sering muncul seiring dengan berambahnya usia seseorang atau karena depresi dan sebagainya.
Simak Juga :  Penjelasan Proses Reproduksi Ganggang ( Alga )

Jenis-Jenis Insomnia

Insomnia dalam National Institutes of Health “1995” dapat dibagi menjadi transient “sementara”, intermittent “kadang-kadang” dan kronis “konstan”. Menurut klasifikasi diagnostik WHO pada tahun 1990, insomnia dimasukkan dalam golongan DIMS “Disorder of Initiating and Maintaining Sleep”. Secara umum insomnia dibagi mejadi dua jenis yaitu “Lanywati, 2001:14”.

Insomnia Primer

Merupakan gangguan sulit tidur yang penyebabnya belum diketahui secara pasti dan biasanya berlangsung lama atau kronis “Long term Insomnia”. Insomnia primer sering menyebabkan terjadinya komplikasi kecemasan dan depresi yang justru dapat menyebabkan insomnia semakin parah.

Insomnia Sekunder

Merupakan gangguan sulit tidur yang penyebabnya dapat diketahui secara pasti. Penyebabnya dapat berupa faktor gangguan sakit fisik dan gangguan kejiwaan “psikis”. Insomnia sekunder dibedakan menjadi dua yaitu insomnia sementara “transient insomnia” dan insomnia jangka pendek “short term insomnia”.

Insomnia sementara “transient insomnia” terjadi pada seseorang yang dapat tidur normal, namun karena adanya stres atau ketegangan sementara menjadi sulit tidur. Sedangkan insomnia jangka pendek “short term insomnia” merupakan gangguan sulit tidur yang terjadi pada para penderita sakit fisik atau mendapat stres situasional.

Faktor Penyebab Insomnia

Menurut Rafknowldege “2004:58” jika diambil garis besarnya, faktor-faktor penyebab insomnia yaitu:

  • Stres Atau Kecemasan,, Seseorang yang didera kegelisahan yang dalam biasanya karena memikirkan permasalahan yang sedang dihadapi.
  • Depresi,,Selain menyebabkan insomnia, depresi juga bisa menimbulkan keinginan untuk tidur terus sepanjang waktu, karena ingin melepaskan diri dari masalah yang dihadapi. Depresi bisa menyebabkan insomnia dan sebaliknya insomnia dapat menyebabkan depresi.
  • Kelainan-Kelainan Kronis,, Kelainan tidur “seperti tidur apnea”, diabeter, sakit ginjal, arthritis atau penyakit yang mendadak sering kali menyebabkan kesulitan tidur.
  • Efek Samping Pengobatan,, Pengobatan untuk suatu penyakit juga dapat menjadi penyebab insomnia.
  • Pola Makan Yang Buruk,,Mengkonsumsi makanan berat sesaat sebelum pergi tidur bisa menyulitkan seseorang jatuh tidur.
  • Kafein, Nikotin dan Alkohol, Kafein dan nikotin ialah zat stimulan “penekan saraf”, Alkohol dapat mengacukan pola tidur seseorang.
  • Kurang Berolahraga,, Hal ini juga bisa menjadi faktor sulit tidur yang signifikan.
Simak Juga :  Ciri Dan Habitat Kuda Nil Beserta Penjelasannya

Penyebab lainnya bisa berkaitan dengan kondisi-kondisi spesifik, seperti usia lanjut “insomnia lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 60 tahun”, wanita hamil dan riwayat depresi atau penurunan.

Demikianlah pembahasan mengenai “Insomnia” Pengertian & ( Gejala – Pengaruh – Jenis – Faktor Penyebab ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: