Jaringan Ikat – Pengertian, Fungsi, Komponen, Jenis dan Serabut

Diposting pada

Jaringan Ikat – Pengertian, Fungsi, Komponen, Jenis dan Serabut DosenPendidikan.Com – Untuk kali ini kami akan membahas mengenai teks ulasan yang dimana dalam hal ini akan mengulas fungsi, pengertian, ciri, jenis dan contohnya, nah untuk lebih jelasnya simak uraian berikut ini.

Jaringan Ikat - Pengertian, Fungsi, Komponen, Jenis dan Serabut

Pengertian Jaringan Ikat

Jaringan ikat merupakan jaringan yang memiliki fungsi untuk mengikat serta menyokong bagian jaringan yang lain. Penyusun jaringan ikat adalah sel yang tersusun dalam suatu matriks ekstraseluler dan tersusun menyebar. Matrik tersebut biasanya berupa cairan, benda kenyal seperti agar dan padatan. Jaringan ikat ada beberapa macam yaitu jaringan ikat longgar, jaringan adiposa, jaringan ikat berserat, tulang rawan, tulang sejati, serta darah.


Jaringan ikat atau jaringan penyambung bertanggungjawab untuk memberikan dan mempertahankan bentuk tubuh. Karena mempunyai suatu fungsi mekanis. Mereka terdiri dari suatu matriks yang berfungsi memghubungkan dan mengikat sel dan organ dan pada akhirnya memberikan sokongan kepada tubuh. Berbeda dengan jaringan lain (epitel, saraf dan otot). Jaringan penyambung terutama berfungsi melalui komponen ekstra selnya.


Jaringan  ikat  berasal  dari  lapisan  embrional  mesoderem  dengan  beberapa pengecualian misalnya jaringan ikat pada sistem saraf seperti neuroglia berasal dari ektoderm embrional. Ciri khas jaringan ikat adalah mempunyai komponen seluler yang sedikit bila dibandingkan dengan substansi interselulernya. Dipandang dari segi komposisi struktural, jaringan penyambung dibagi menjadi dua komponen yaitu sel dan matriks ekstra sel. Matriks ekstra sel, terdiri atas (i) serabut-serabut protein, (ii) zat dasar amorf, dan (iii) cairan jaringan. Cairan jaringan terutama terdiri atas air dan zat-zat terlarut. Di dalam matriks ekstra sel terdapat jenis-jenis sel khusus jaringan penyambung.


Fungsi Jaringan Ikat

Berikut ini terdapat beberapa fungsi jaringan ikat, antara lain:

1. Penyokong, Pengikat, dan Pengisi

Jaringan epitel, jaringan otot dan jaringan saraf satu sama lainnya dihubungkan oleh jaringan penyambung. Selain itu jaringan penyambung mengisi ruang-ruang diantara sel-sel. Tendo atau urat merupakan jaringan penyambung yang menyokong atau menghubungkan antara jaringan otot dan tulang.


2. Pembungkus

Jaringan ikat membungkus jaringan lain, biasanya merupakan bentuk selaput atau kapsul yang mengelilingi organ tubuh misalnya kapsula dan ginjal dan meninges yang membungkus otak.


3. Penyimpanan

Berbagai jenis lipida yang penting sebagai cadangan makanan disimpan dalam bentuk adipose yang kaya dengan glikosaminoglikan. Jaringan ikat kendur berfungsi sebagai penyimpanan cadangan air dan elektrolit, terutama ion Na+. Sepertiga bagian protein plasma tubuh disimpan dalam ruang-ruang intraseluler jaringan ikat.


4. Pertahanan

Peranan jaringan peyambung dalam pertahanan tergantung pada komponen selulernya. Jaringan penyambung mengandung sel-sel fagositik yang disebut makrofag yang mampu memakan partikel-partikel dan mikroorganisme yang masuk ke dalam tubuh. Sel plasma menghasilkan protein khusus yang disebut antibodi . Antibodi penting untuk pertahanan tubuh. Selain itu komponen matriks jaringan penyambung merupakan suatu rintangan fisik yang menghalangi penyebaran mikroorgansime yang menembus rintangan epitel. Sel-sel limfosit dapat melintasi kapiler darah dengan cara diapedisis dan berperan dalam perondaan tubuh.


5. Perbaikan (Reparasi)

Kemampuan regenerasi jarigan ikat yang tinggi dapat dengan mudah memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan (luka). Luka pada jaringan yang selnya tidak mampu membelah diri lagi akan diisi oleh jaringan ikat dan membentuk parutan.


6. Transportasi

Ada hubungan yang erat antara kapiler darah, pembuluh darah dan jaringan ikat. Kedua pembuluh ini selalu dihubungkan oleh jaringan penyambung yang membantu membawa nutrisi dari pembuluh darah ke jaringan yang lain.


7. Nutrisi

Matriks jaringan penyambung berfungsi sebagai media dimana nutrien dan sampah metabolisme dipertukarkan diantara sel-sel dan suplai darah yang mengandung zat-zat gizi.


Komponen-Komponen Jaringan Ikat

Berikut ini terdapat beberapa komponen-komponen jaringan ikat, antara lain:


1.  Komponen Seluler

Berikut ini terdapat beberapa komponen seluler, antara lain:


a. Fibroblast

Fibroblast memiliki tonjolan-tonjolan sitoplasma yang tidak teratur, inti bulat telur, besar, kromatin halus, dan memiliki nukleulus yang jelas. Di dalam sitoplasma, terdapat R.E granuler dan badan golgi yang berkembang dengan baik.

Fibroblast

Fibroblast adalah sel yang paling sering ditemukan dan paling penting dalam jaringan ikat. Fibroblast berfungsi untuk mensintesis matriks ekstraseluler seperti serabut kolagen, serabut elastis dan zat-zat amorf. Selain itu ia berperan mengikat matriks ekstraseluler untuk membentuk jaringan dan mempercepat penyembuhan luka.


Bentuk fibroblast bervariasi. Pada jaringan ikat padat teratur. Fibroblast tampak berbentuk fusiformis diantara serabut-serabut jaringan. Pada jaringan ikat longgar dijumpai berbentuk bintang atau stellata sebagai akibat serabut-serabut jaringan ikat yang tidak teratur. Fibroblast yang dewasa disebut fibrosit.

Fungsi biologik fibroblast adalah berdifferensiasi untuk mensintesis dan mensekresikan matriks ekstraseluler. Sintesis dan sekresi fibroblast mencakup kolagen, fibronektin, glikoprotein dan proteoglikan. Fibroblast membantu mensintesis glikokonyugat ekstraseluler. Fibroblast memiliki banyak mikrofilamen aktin serta mikrotubul.


b. Makrofag

Dibedakan berdasarkan kesanggupannya yang besar untuk berpinositosis dan fagositosis, bukan dengan sifat-sifat morfologinya, sebab bentuknya berubah-ubah sesuai dengan keadaan fungsional dan lokasinya. Makrofag memiliki kemampuan untuk mengembara dengan gerakan amoeboid.


Diameter makrofag berkisar 20 nm, nucleus satu dengan satu lekukan yang jelas, banyak mengandung butir eukromatin. Sitoplasma mengandung banyak vakuola fagositik dan lisosom primer. Fusi diantara keduanya membentuk fagosom.


Makrofag bekerja sebagai fagosit dan tersebar di seluruh bagian tubuh, mas hidup yang panjang serta berhubungan dengan sistem fagosit monokuler seperti : stem cell sumsum tulang belakang. Monosit dalam darah perifer, monoblast dalam sumsum tulang, histosit dalam jaringan ikat. Sel kuffer dalam sinusoid hati, makrofag alveolar dalam cairan serosa tubuh, mikroglia di dalam susunan saraf pusat, dan osteoklas di dalam sel tulang.

Makrofag

Fungsi biologis makrofag meliputi (i) fungsi fagositik non spesifik misalnya sel makrofag alveolar yang terdapat di paru-paru dan berperan memfagositosis asap rokok, polusi industri, debu dan sebagainya (ii) fungsi fagositik spesifik, dilakukan oleh sel makrofag yang memiliki reseptor permukaan sel yang mengenal residu protein dan karbohidrat tertentu dari dinding sel bakteri.


Fagositosis spesifik terjadi melalui cara opinasi dan sel memori. Opinisiasi yaitu proses dimana membran sel mikroorganisme dilapisi oleh imunoglobin dan reseptor sel mengenal molekul imunoglobin tersebut.


Sel memori suatu prose fagositik dimana bakteri yang memasuki tubuh menimbulkan respon imun karena sifat permukaan selnya dikenal sebagai benda asing, (iii) makrofag juga bersifat kemotaksis yaitu meningkatkan gradiensi konsentrasi sistem komplemen tertentu pada tempat peradangan, dan meningkatkan sel fagositik pada tempat peradangan.


c. Sel Plasma

Sel plasma terdapat dalam jumlah yang sedikit di dalam jaringan ikat, namun mereka banyak dijumpai pada tempat-tempat yang mudah dan sering ditembus bakteri dan protein asing misalnya mukosa usus.

Sel plasma merupakan sel-sel yang besar, berbentuk bulat telur dan mengandung banyak retikulum endoplasma kasar. Inti berbentuk speris dan mengandung heterokromatin padat dan kasar.

Sel Plasma

Sel plasma berfungsi untuk sintesis antibody. Setiap antibody disintesis khas untuk satu anti gen yang menyababkan produksi antibody yang bereaksi dengannya. Proses sintesis antibody terjadi oleh adanya hubungan seluler antara makrofag yang memfagosit antigen dengan sel plasma. Oleh sebab itu makrofag disebut sebagai penyaji antigen.


Dari gambar 2 menunjukkan bahwa makrofag yang telah memfagosit benda asing akan (i) menginduksi munculnya sel plasma yang membentuk antiobodi khas terhadap benda asing tersebut, dan (ii) mengeluarkan zat yang mengandung informasi mengenai benda asing tersebut kepada sel plasma sehingga sel plasma membentuk antibody khas terhadap benda asing tersebut.


d. Mast Cell

Sitoplasmanya mengandung butir-butir kromatin. Bentuk selnya bulat, inti bulat dan terdapat di tengah, banyak dijumpai pada lamina propria di bawah mukosa epitel dari organ-organ visera. Permukaan mast cell mengandung reseptor khusus untuk IgE, sejenis imunoglobulin yang dihasilkan oleh selaput plasma. Mast cell dapat melepaskan zat antikoagulan yaitu heparin. Selain itu juga menghasilkan histamin yang dapat menyebabkan kontraksi otot polos, dilatasi kapiler serta meningkatkan permiabilitas. Selain itu menghasilkan ECF.A (Eosinofil Chemotactic Factor of Anaphylaxis) dan SRS. A (Slow Reacting Substance of Anaphylaxis) pada kondisi tertentu.


Mast cell berfungsi mengikat IgE, dan berperan dalam reaksi alergi, menarik eosinofil dan menyebabkan kontraksi otot polos.


e.   Sel Lemak

Umum dijumpai pada jaringan ikat areolar, dapat sendiri-sendiri atau berkelompok. Bila kelompok sel-sel tersebut besar, maka ia akan membentuk suatu jaringan yang disebut jaringan lemak atau jaringan adipose. Biasanya dijumpai pada bagian hypodermis kulit.

Sel Lemak


f. Leukosit

Salah satunya adalah jaringan limfosit. Limfosit ada yang berumur panjang hingga beberapa bulan disebut limfosit T, dan ada yang berumur pendek disebut limfosit B. limfosit T berperan dalam reaksi imun sedangkan limfosit B menghasilkan sel plasma yang dapat membentuk antibody sesuai dengan antigen.


Eosinofil merupakan jenis leukosit yang sitoplasmanya banyak mengandung granula (lisosom). Inti sel biasanya berlobus dua. Basofil adalah bentuk leukosit yang mengandung granula dengan komposisi dan fungsi sama dengan mast cell.

Leukosit


g. Kromatofor (Sel Pigmen)

Kromatofor pada mamalia umumnya jarang dijumpai. Namun demikian ia dapat dijumpai pada selaput pigmen pada mata, dan lapisandermis pada kulit. Sel ini memiliki juluran sitoplasma yang panjang-panjang.


Di dalam sitoplasmanya terdapat butir-butir pigmen. Bila pigmen yang dikandungnya berwarna, misalnya melanin, maka selnya disebut melanofor, bila pigmennya berwarna perak disebut guanofor, bila warna merah disebut eritrofor, dan bila warna kuning disebut lipofor.


Sel-sel jaringan ikat berkembang dari sel-sel mesenkim, misalnya menajdi mast sel, sel-sel endotel, dan sel lemak (gambar 1. 6)

Kromatofor (Sel Pigmen)


2. Serabut Jaringan Ikat

Ada tiga jenis serabut jaringan ikat yaitu serabut kolagen, serabut elastik, dan serabut retikuler. Ketiga jenis serabut tersebut didistribusi secara seimbang diantara berbagai jenis jaringan penyambung.

Serabut Jaringan Ikat


a.   Serabut Kolagen

Merupakan serabut yang paling banyak dijumpai dalam jaringan ikat. Dalam keadaan segar berupa benang-benang yang tidak berwarna. Tetapi bila terdapat dalam jumlah besar, ia tampak berwarna putih misalnya pada tendon. Serabut kolagen juga dapat dijumpai pada mesenterium dan terlihat sebagai struktur panjang silindris yang berliku-liku dan memiliki garis-garis lngituginal.


Diameter serabut kolagen berkisar 1-20 mm. terdiri atas fibril-fibril yang lebih halus dengan diameter berkisar 0,2 – 0,5 μm. Dilihat dengan mikroskop cahaya, serabut kolagen berwarna merah dengan pewarnaan eosin, dan biru dengan pewarnaan trikom Mallory, dan hijau dengan pewarnaan trikom Massom.


b.   Serabut Elastik

Serabut elastik mudah dibedakan dari serabut kolagen, sebab serabut elastik lebih tipis dan tidak memiliki garis-garis longituginal. Selain itu serabut elastik bercabang-cabang dan satu sama lainnya bersatu membentuk suatu jaringan yang tidak teratur. Dalam keadaan segar dan dalam jumlah yang banyak tampak berwarna kuning.


c.   Serabut Retikuler

Serabut retikuler sangat halus dengan diameter kurang lebih sama dengan fibril pada kolagen, dan terutama dijumpai pada organ-organ hematopoietik misalnya lien, nodus limpatikus dan sumsum tulang merah.


Jenis-Jenis Jaringan Ikat

Dalam hal ini biasanya, matriks itu berupa cairan atau semacam benda kenyal seperti agar-agar dan padatan. Dalam menjalankan fungsinya, ada beberapa jenis jaringan ikat yaitu:


1. Jaringan Ikat Biasa

Pada jaringan ikat biasa di dapat dibedakan menjadi 2 berdasarkan kepadatan komponen penyusunnya yaitu:


Jaringan Ikat Longgar

  • Merupakan jaringan yang sel-selnya jarang dan sebagian jaringannya tersusun atas matriks yang mengandung serabut kolagen dan serabut elastin.
  • Matriksnya berupa cairan lendir “mukus”.
  • Di jaringan ini terdapat makrofag, sel plasma, sel tiang dan sel lemak.
  • Fungsinya ialah untuk membungkus organ-organ tubuh, pembuluh darah dan saraf.

Jaringan Ikat Padat

  • Tersusun oleh sel-sel fibroblas dan terdapat banyak serta kolagen yang tersusun padat dan teratur.
  • Serabut kolegen bersifat fleksibel tetapi tidak elastis.
  • Fungsinya ialah untuk menghubungkan antara organ satu dengan organ yang lain.
  • Terdapat pada tendon dan ligamen, dimana tendon berfungsi sebagai penghubung antara tulang dengan otot, sedangkan ligamen berfungsi sebagai penghubung tulang dengan tulang yang lainnya.
  • Terdapat juga pada pembungkus tulang dan lapisan dermis pada kulit.

2. Jaringan Ikat Khusus

Jaringan ikat khusus memiliki 2 fungsi yaitu:

  • Sebagai jaringan pembentukan sel darah, seperti pada sumsum tulang.
  • Sebagai jaringan penyokong yang terutama memberi kekuatan pada tubuh yang terdiri atas.

Jaringan Tulang Rawan “Kartilago”

Tulang rawan pada anak berasal dari jaringan embrional yang disebiut dengan mesenkim. Sedangkan pada orang dewasa berasal dari selaput tulang rawan atau perikondrium yang mengandung banyak kondroblas atau pembentuk sel-sel tulang rawan. Jaringan tulang rawan dapat dikelompokan menjadi tiga jenis yaitu:


Tulang Rawan Hialin

  • Terdapat paling banyak di dalam tubuh.
  • Mengandung kondroblas dan kolagen.
  • Warnanya putih kebiruan dan transparan.
  • Merupakan bagian terbesar dari kerangka embrio dan terdapat di laring, trakea dan tulang dada.
  • Fungsinya ialah untuk memberi kekuatan, menyokong rangka embrionik dan membantu pergerakan.

Tulang Rawan Elastis

  • Strukturnya lebih lentur.
  • Terdapat serat elastin berwarna kuning dan perikondrium.
  • Fungsi utamanya ialah sebagai pemberi fleksibilitas dan penyokong.
  • Terdapat pada embrio, laring, daun telinga, epiglotis dan bagian luar telinga.

Tulang Rawan Fibrosa

  • Teksturnya lebih kokoh dan fleksibel sehingga menjadi tulang rawan yang paling kuat.
  • Berfungsi untuk memberikan proteksi dan penyokong.
  • Warnanya gelap dan keruh.
  • Terdapat pada tulang belakang dan tendon.

Jaringan Tulang Keras

  • Jaringan tulang keras berfungsi sebagai jaringan penyokong utama yang tersusun dari sel tulang.
  • Substansi dasarnya mengalami pengapuran sehingga keras dan memiliki serabut yang merupakan kesatuan yang sangat kompak.
  • Sel tulang disebut dengan osteosit yang dibentuk oleh osteoblas, Osteoblas saling terhubung dengan kanalikuli.
  • Matriks osteoblas mengandung kalsium fosfat yang mengakibatkan matriks mengeras.
  • Jaringan tulang keras dapat dibagi menjadi 2 jenis yakni tulang padat (tidak memiliki rongga seperti tulang pipa) dan tulang spons (memiliki rongga seperti tulang pendek).

Jaringan Lemak “Adiposa”

  • Berfungsi untuk menyimpan lemak yang merupakan cadangan makanan dan penghangat tubuh.
  • bersifat longgar dan selnya berbentuk bulat dengan membran sel yang tipis.
  • terdapat di seluruh bagian tubuh.

Jaringan Darah

  • Merupakan jenis jaringan ikat yang istimewa karena memiliki matriks ekstraseluler berupa cairan yakni plasma darah.
  • Fungsinya ialah untuk membawa sari-sari makanan, hormon, oksigen, sisa-sisa hasil metabolisme, serta mencegah infeksi.
  • Terdiri dari eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), trombosit (keping darah) dan plasma darah.

Jaringan Limfa “Getah Bening”

  • Berfungsi untuk kekebalan tubuh serta mengangkut cairan jaringan, protein, lemak, garam mineral dan zat-zat lain dari jaringan ke sistem pembuluh darah.
  • Terdapat pada organ-organ seperti timus, tonsil, kelenjar limfa dan limfa.
  • Terdiri dari serat retikuler dan makrofag.

Pembagian Jaringan Ikat

Berikut ini terdapat beberapa pembagian jaringan ikat, antara lain:

  1. Jaringan ikat sesungguhnya
    1. Jaringan ikat longgar = J.i. jarang = J.i areolar
    2. Jaringan ikat padat
  • Jaringan adipodsa

  • Jaringan ikat padat tidak teratur


  1. Jaringan ikat dengan sifat-sifat khusus
    1. Jaringan adipose atau jaringan lemak
    2. Jaringan retikuler
    3. Jaringan hematopoietik

  1. Jaringan ikat khusus atau jaringan penyokong
    1. Tulang rawan
    2. Tulang

Demikianlah pembahasan mengenai Jaringan Ikat – Pengertian, Fungsi, Komponen, Jenis dan Serabut semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂