Kas – Pengertian, Setara, Karakteristik, Ciri, Contoh Dan Pengendaliannya

Diposting pada

Kas – Pengertian, Setara, Karakteristik, Ciri, Contoh Dan Pengendalian – DosenPendidikan.Com – Lantas apa yang dimaksud dengan kas “Cash” dalam bidang akuntansi, Dalam hal ini pengertian kas ialah harta kekayaan perusahaan yang sifatnya sangay likuid dan berjangka pendek yang dapat dipergunakan dengan bebas untuk kegiatan operasional perusahaan.


Kas terdiri dari uang logam, uang kertas, cek, giro, dan uang di tangan atau pun di simpan di bank.

Pengertian Kas

  • Kas merupakan salah satu bagian dari aktiva yang paling likuid (paling lancar), yang bisa dipergunakansegera untuk memenuhi kewajiban finansial perusahaan.
  • Kas yang dibutuhkan perusahaan baik digunakan untukmembiayai operasi perusahaan sehari-hari (dalam bentukmodal kerja) maupun pembelian aktiva tetap, memiliki sifatkontinyu (untuk pembelian bahan baku, membayar upah dangaji, membayar supplies kantor habis pakai, dll) dan tidakkontinyu. (untuk pembayaran deviden, pajak, angsuranhutang, dsb)
  • Tujuan perusahaan menyimpan/membutuhkan kas (John Maynard Keynes):
    – Kebutuhan kas untuk transaksi (diperlukan dalam pelaksanaan operasi usaha perusahaan)

Definisi Kas

Kas ( Cash ) adalah aktiva lancar yang meliputi uang kertas/logam dan benda-benda lain yang dapat digunakan sebagai media tukar/alat pembayaran yang sah dan dapat diambil setiap saat.


Kas adalah modal kerja yang sangat likuid. Semakin besar jumlah kas yang ada dalam suatu perusahaan berarti makin tinggi tingkat likuiditasnya. Ini berarti bahwa perusahaan mempunyai resiko yang lebih kecil untuk tidak dapat memenuhi kewajiban finansialnya. Tetapi ini tidak berarti bahwa perusahaan harus berusaha untuk mempertahankan persediaan kas yang sangat besar, karena semakin besar kas berarti semakin besar dana yang menganggur dan akan memperkecil laba yang yang akan diperoleh.


Pengertian Kas Menurut Para Ahli

Supaya lebih dapat memahami apa itu kas, maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli berikut ini:

  • Menurut Rizal Effendi “2013: 191”

Pengertian kas adalah segala sesuatu “baik yang berbentuk uang atau bukan” yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran atau alat pelunasan kewajiban. Beberapa yang termasuk kas adalah rekening giro di bank “cash in bank” dan uang kas yang ada diperusahaan “cash on hand”, kas dalam perusahaan merupakan harta yang paling lancar, sehingga dalam neraca ditempatkan paling atas dalam kelompok paling atas.

  • Menurut Dwi Martani “2012: 180”

Pengertian kas adalah aset keuangan yang paling likuid yang dipergunakan untuk kegiatan operasional perusahaan dan membayar kewajiban perusahaan.

  • Menurut Thomas Sumarsan “2013: 1”

Kas adalah aset lancar yang sifatnya sangat likuid dan dapat digunakan secara langsung untuk keperluan operasional perusahaan.

  • Menurut Rudianto “2012:188”

Pengertian kas adalah suatu alat pertukaran yang dimiliki oleh perusahaan dan siap untuk digunakan dalam transaksi perusahaan setiap kali diperlukan.

  • Menurut Dwi Martani Dkk “2012: 180”

Definisi kas adalah aset keuangan perusahaan yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan tersebut. Kas adalah alat pembayaran yang dapat digunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan entitas.

  • Menurut Munawir (1983)

Kas merupakan uang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan, termasuk dalam pengertian kas adalah cek yang diterima dari para pelanggan dan simpanan perusahaan di bank dalam bentuk giro atau demand deposit, yaitu simpanan di bank yang dapat diambil kembali (dengan menggunakan cek atau bilyet).

  • Theodarus M. Tuanakotta, AK, (1982)

Kas dan bank meliputi uang tunai dan simpanan-simpanan di bank yang langsung dapat diuangkan pada setiap saat tanpa mengurangi nilai simpanan tersebut. Kas dapat terdiri dari kas kecil atau dana-dana kas lainnya seperti penerimaan uang tunai dan cek-cek (yang bukan mundur) untuk disetor ke bank keesokan harinya.

  • Standar Akuntansi Keuangan (2002)

Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas digunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. Yang dimaksud dengan bank adalah sisah rekening giro perusahaan yang dapat dipergunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.

  • Zaki Baridwan (2003)

“Kas merupakan suatu alat pertukaran dan digunakan sebagai suatu ukuran dalam akuntansi”.


Setara Kas

Menurut SAK ETAP (IAI, 2009: 28) : Setara kas adalah investasi jangka pendek dan sangat likuid yang dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk tujuan investasi atau lainnya. Oleh karena itu, investasi umumnya diklasifikasikan sebagai setara kas hanya jika akan segera jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan.

Cerukan bank pada umumnya termasuk aktivitas pendanaan sejenis dengan pinjaman. Namun jika cerukan bank dapat ditarik sewaktu-waktu dan merupakan bagian tak terpisahkan dari pengelolaan kas entitas, maka cerukan tersebut termasuk komponen kas dan setara kas.


Karakteristik Kas

Di dalam akuntansi kas merupakan aktiva lancar yang sifatnya paling likuid karena sering mengalami mutasi. Kas memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dengan aset lain di perusahaan.

Adapun beberapa karakteristik kas adalah sebagai berikut:

  • Kas merupakan aset perusahaan yang paling likuid.
  • Kas dapat digunakan sebagai standar pertukaran yang paling umum.
  • Kas dapat digunakan sebagai basis perhitungan dan pengukuran.

Ciri-Ciri Kas

Dapat digunakan segera sebagai alat bayar sebesar nilai nominalnya, sedangkan alat bayar yang tidak dapat digunakan segera sebagai alat bayar dan tidak sesuai dengan nilai nominalnya tidak dapat dipakai sebagai alat bayar.


Contoh Gambar Kas

Jenis-Jenis Kas

Kas dapat diklasifikasikan menjadi 2 macam:

Cash on Hand

Cash on Hand ialah kas keseluruhan yang berada di suatu perusahaan. Cash on Hand ini terbagi menjadi 2 macam, yaitu:

  1. cash, kas disini yang dimaksud dengan kas besar.
  2. petty cash, yaitu kas kecil atau kas yang berada pada unit- unit perusahaan.

Cash at Bank

Cash at Bank adalah kas suatu perusahaan yang berada di bank.

Kedua kas ini sangat likuid rentan akan kecurangan, maka diperlukanlah mekanisme pengendalian internal, yaitu yang diantaranya:

  1. Pengelolaan kas dilakukan melalui pemisahan fungsi, yaitu fungsi otoritasi (fungsi yang menyetujui masuk dan keluarnya uang), fungsi operasi (pihak atau bagian yang melakukan penggunaan uang, funsi pencatatan, dan fungsi penyimpanan.
  2. Selalu dilakukan investarisasi (stock opname),kemudian dihitung dan dicocokan dengan catatan cek.
  3. Dilakukan internal auditing (pemeriksaan intern)
  4. Uang seyogyanya keluar dan masuk disimpan di bank, kecuali penggunaan petty cash.
  5. Dokumen atau kwitansi seyogyanya bernomor yang tercetak, sehingga pembatalan kwitansi dapat diketahui.
  6. Kesediaan kas disesuaikan dengan kebutuhan, jangan sampai ada uang yang menganggur.

Penggunaan kas kecil memiliki 2 sistem, yaitu diantaranya:

  1. Sistem Impress, yaitu sistem dana tetap dlam jangka waktu tertentu, perubahan terjadi karena ada kebijakan, pengisian kembali dilkaukan transaksi sejumlah nilai yang ada di dokumen itu.
  2. Sistem Fluktuasi, yaitu jumlah uang pada petty cash berubah-ubah, baik itu berupa kebijakan ataupun transaksi. Pencatatan dilakukan sepanjang ada transaksi dan akun petty cash selalu berubah-ubah.

Yang Termasuk Kas (Cash)

  • Uang tunai dalam bentuk kertas/logam
  • Uang perusahaan yang disimpan di bank yang sewaktu-waktu dapat diambil
  • Cek yang diterima sebagai pembayaran dari pihak lain
  • Cek perjalanan(travell check) adalah yang diterbitkan oleh suatu bank untuk melayani nasabah yang melakukan perjalanan jarak jauh.
  • Kasir cek adalah cek yang dibuat dan ditanda tangani oleh suatu bank,ditarik oleh bank itu sendiri untuk melakukan pembayaran ke pihak lain
  • Wesel post: dapat dijadikan uang tunai pada saat diperlukan

Baca Juga : “Kinerja Keuangan” Pengertian & ( Pengukuran – Analisis – Penilaian )


Yang Tidak Termasuk Kas (Cash)

  • Deposito berjangka/Time deposite : uang simpanan di bank yang hanya dapat diambil setelah jangka waktu tertentu berakhir
  • Uang yang disediakan untuk tujuan-tujuan tertentu sehingga terikat penggunaannya Contoh : Dana Pensiun
  • Cek mundur/Post date check : tidak dapat digolongkan ke dalam kas sebelum jangka waktunya
  • Perangko

Pengendalian kas ada 2 yaitu:

Pengendalian untuk Penerimaan Kas

  • Semua penerimaan kas harus segera dicatat
  • Hendaknya semua penerimaan kas pada hari itu juga harus disetor ke bank
  • Adanya pemisahan fungsi antara petugas yang menangani penerimaan kas dilakukan dengan mesin cash register

Pengendalian untuk Pengeluaran Kas

  • Semua pengeluaran kas harus dilalakukan dengan menggunakan cek, kecuali pengeluaran yang jumlahnya kecil yang tidak efisien jika dilakukan menggunakan cek dapat dilakukan dengan menggunakan dana kas kecil.
  • Cek harus ditandatangani minimal 2 orang pejabat
  • Cek yang batal digunakan/salah tulis harus diasir dengan rapi
  • Hendaknya diberikan cap lunas untuk bukti dan cek yang sudah dikeluarkan

Pengendalian Internal

Pengendalian internal kas sangat penting untuk menjaga kas dan memastikan keakuratan akuntansi pencatatan kas karena kas adalah aktiva yang paling lancar dan mudah diselewengkan penggunaannya.

Tujuan pengendalian internal adalah memberikan jaminan yang wajar bahwa:

  1. Aktiva dilindungi dan digunakan untuk pencapaian tujuan usaha.
  2. Informasi bisnis akurat.
  3. Karyawan mematuhi peraturan dan ketentuan.

Pengendalian internal dapat melindungi aktiva dari pencurian, penggelapan, atau penempatan aktiva pada lokasi yang tidak tepat. Salah satu pelanggaran serius terhadap pengendalian internal adalah penggelapan oleh karyawan (employee fraud).


Unsur-unsur pengendalian internal (elements of internal control)

Lingkungan pengendalian

Lingkungan pengendalian suatu perusahaan mencakup seluruh sikap manajemen dan karyawan mengenai pentingnya pengendalian yang faktornya antara lain dipengaruhi oleh falsafah dan gaya operasi manajemen. Selain itu, struktur organisasi usaha yang merupakan kerangka dasar untuk perencanaan dan pengendalian operasi juga mempengaruhi lingkungan pengendalian. Kebijakan personalia meliputi perekrutan, pelatihan, evaluasi, penetapan gaji, dan promosi karyawan juga mempengaruhi lingkungan pengendalian.


Penilaian resiko

Semua organisasi menghadapi resiko. Contoh-contoh resiko antara lain perubahan tuntutan pelanggan, ancaman persaingan, perubahan peraturan, perubahan factor ekonomi seperti perubahan suku bunga, dan pelanggaran karyawan terhadap prosedur perusahaan. Setelah resiko dapat diidentifikasi, maka dapat dilakukan analisis untuk memperkirakan besarnya pengaruh dari resiko tersbut serta tingkat kemungkinan terjadinya, dan menentukan tindakan-tindakan untuk meminimumkannya.


Prosedur pengendalian

Prosedur pengendalian diterapkan untuk memberikan jaminan yang wajar bahwa sasaran bisnis akan tercapai, termasuk penggelapan. Diantara prosedur-prosedur itu adalah:

  1. Pegawai yang kompeten, perputaran tugas, dan cuti wajib.
  2. Pemisahan tanggung jawab untuk operasi yang berkaitan.
  3. Pemisahan operasi, pengamanan aktiva, dan akuntansi.
  4. Prosedur pembuktian dan pengamanan.

Pemantauan

Pemantauan terhadap system pengendalian internal akan mengidentifikasi dimana letak kelemahaannya dan memperbaiki efektivitas pengendalian tersebut.


Informasi dan komunikasi

Informasi yang valid mengenai lingkungan pengendalian, penilaian resiko, prosedur pengendalian, dan pemantauan diperlukan oleh manajemen untuk mengarahkan operasi dan memastikan terpenuhinya tuntutan-tuntutan pelaporan serta peraturan yang berlaku.


Tujuan Informasi Arus Kas

Salah satu tujuan utama dari pelaporan arus kas adalah memberikan informasi yang akan:

  1. Membantu investor atau kreditur meramalkan jumlah kas yang mungkin mereka terima dalam bentuk deviden, bunga dan pembayaran kembali utang pokok.
  2. Membantu mereka mengevaluasi resiko yang mungkin terjadi.

Evaluasi mengenai arus kas dikemudian hari dan resiko yang dihadapi oleh investor dan kreditor sangatlah relevan karena kedua hal ini merupakan informasi dasar bagi penentuan present value dari surat-surat berharga.

Baca Juga :“Otoritas Jasa Keuangan” Pengertian & ( Fungsi – Tujuan – Tugas – Wewenang )


Pengendalian Kas

Pengendalian kas ada 2 yaitu:


Pengendalian untuk Penerimaan Kas

  • Semua penerimaan kas harus segera dicatat
  • Hendaknya semua penerimaan kas pada hari itu juga harus disetor ke bank
  • Adanya pemisahan fungsi antara petugas yang menangani penerimaan kas dilakukan dengan mesin cash register

Pengendalian untuk Pengeluaran Kas

  • Semua pengeluaran kas harus dilalakukan dengan menggunakan cek, kecuali pengeluaran yang jumlahnya kecil yang tidak efisien jika dilakukan menggunakan cek dapat dilakukan dengan menggunakan dana kas kecil.
  • Cek harus ditandatangani minimal 2 orang pejabat
  • Cek yang batal digunakan/salah tulis harus diasir dengan rapi
  • Hendaknya diberikan cap lunas untuk bukti dan cek yang sudah dikeluarkan

Dana kas kecil adalah uang kas yang disediakan untuk membayar pengeluaran – pengeluaran yang jumlahnya relative kecil dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek.

Dalam hubungannya dengan kas kecil, ada 2 metode yang dapat digunakan yaitu (a) system imprest (b) metode fluktuasi.


Sistem Imprest

Didalam system ini jumlah dalam rekening kas kecil selalu tetap,yaitu sebesar cek yang diserahkan kepada kasir kas kecil untuk membentuk dana kas kecil. Oleh kasir kas kecil, cek tadi diuangkan ke bank dan uangnya digunakan untukmembayar pengeluaran-pengeluaran kecil. Setiap kali melakukan pembayaran kasir kas kecil harus membuat bukti pengeluaran.


Metode Fluktuasi

Dalam metode fluktuasi pembentukan dana kas kecil dilakukan dengan cara sama seperti dalam metode system imprest. Perrbedaan dengan system imprest adalah dalam metode fluktuasi saldo rekening kas kecil tidak tetap, tetapi  berfluktuasi sesuai dengan jumlah pengisian kembalidan pengeluaran-pengeluaran dari kas kecil. Dalam metode fluktuasi setiap terjadi pengeluaran uang dari kas kecil langsung dicatat.

Jadi buku pengeluarna kas kecil mempunyai fungsi sebagai buku jurnal dan menjadi dasar pembukuan kerekening-rekening buku besar.Karena pencatatan dilakukan setaip kali terjadi pengeluaran, maka rekening kas kecil didebit sebesar uang yang diterima.

 


Sifat-Sifat Kas 

  1. Kas terlalu terlibat dalam hampir semua transaksi perusahaan.
  2. Kas merupakan harta yang siap dan mudah untuk digunakan dalam transaksi sertaditukarkan dengan harta lain, mudah dipindahkan dan beragam tanpa tanda pemilik.
  3. Jumlah uang kas yang dimiliki oleh perusahaan harus di jaga sedemikian rupa sehingga tidak terlalu banyak dan tidak kurang.

Baca Juga : Pengertian Akuntansi Manajemen Dan Keuangan


Pengawasan Kas

Penerimaan Kas

Karena uang yang diterima oleh perusahaan adalah berbagai sumber seperti penjualan tunai, pelunasan piutang dan pinjaman, maka prosedur pengawasan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Diadakan pembagian tugas antara fungsi penerimaan, pencatatan dan penyimpaanan kas.
  2. Setiap penerimaan kas dibuatkan bukti penerimaan kas dan segera dicatat,
    kemudian disetorkan ke bank
  3. Dibedakan antara fungsi pengelolaan kas dan pencatat kas
  4. Dibuat laporan kas setiap hari.
  5. Secara intern tanpa pemberitahuan terlebih dahulu diadakan pemeriksaan kas.

Pengeluaran Kas

Pengeluaran uang dalam suatu perusahaan adalah untuk membayar berbagai
macam transaksi, maka prosedur pengawasannya dilakukan dengan cara sebagai
berikut :

  1. Semua Pengeluaran uang yang relatif cukup besar menggunakan cek.
  2. Dibuat laporan kas setiap hari.
  3. Dipisahkan antara yang menulis cek, menandatangani cek dan yang mencatat
    pengeluaran perusahaan.
  4. Diselenggarakan kas kecil untuk pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan yang sifatnya rutin.
  5. Diadakan pemeriksaan dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.

Pemeriksaaan Kas

Pemeriksaan kas dapat dilakukan secara mendadak tanpa memberitahukan
terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut :

  1. Mencocokkan saldo kas perusahaan dengan keadaan fisik uang yang ada pada kas perusahaan dan benda-benda yang ada dalam kas perusahaan.
  2. Mengadakan pengujian terhadap catatan-catatan dengan kegiatan-kegiatan perusahaan seperti perusahaan menyimpan uang di bank atau pengeluaran dengan menggunakan cek.

Perhitungan Kas

Perhitungan kas dapat dilakukan oleh petugas yang tidak bersangkutan dengan pengelola kas dan saksi-saksi yang telah ditunjuk. Hasil perhitungan harus dilaporkan secara terperinci mengenai jenis, banyaknya nilai per satuan, dan jumlahnya harus sama dengan catatan pada laporan kas, kemudian dibuat berita acara.

Baca Juga : Penjelasan Pelaporan Keuangan Beserta Tujuan Dan Usur Dalam Akuntansi


Contoh Pengendalian Kas

Metode Imprest

Jumlah kas bersifat tetap, yaitu sebesar cek yang diserahkan kepada kasir untuk dicairkan ke bank untuk membayar pengeluaran kecil dan  pencatatan pengeluaran dilakukan saat pengisian kembali.

Contoh :

Katajaya pada tanggal 01 juni 20xx membentuk kas kecil sebesar Rp1.000.000, pengeluaran kas kecil hingga 30 Juni 20xx sebesar Rp900.000 dengan rincian sebagai berikut:

Beban ATK                                                     Rp200.000

Beban Angkut                                                 Rp250.000

Beban Administrasi                                        Rp150.000

Beban BBM Kendaraan Operasional           Rp300.000

Total                                                               Rp900.000

Pada tanggal 30 Juni 20xx dilakukan pengisian kembali.

Maka Ayat Jurnal yang disusun atas transaksi diatas adalah sebagai berikut :

  • Saat Pengisian Kas Kecil

Saat Pengisian Kas Kecil

  • Saat Pengeluaran Kas ( Tidak Perlu Jurnal )
  • Saat Pengisian Kembali

Saat Pengisian Kembali

Sehingga Kas Kecil Tetap : Rp1.000.000


Demikianlah pembahasan mengenai Kas : Pengertian Menurut Para Ahli, Karakteristik Dan Jenisnya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.