“Penerimaan Diri” Pengertian & ( Komponen – Tahapan – Faktor Yang Mempengaruhi )

Diposting pada

“Penerimaan Diri” Pengertian & ( Komponen – Tahapan – Faktor Yang Mempengaruhi )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Penerimaan Diri yang dimana dalam hal ini meliputi Komponen, Tahapan dan Faktor Yang Mempengaruhi, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Penerimaan Diri

Penerimaan diri atau self acceptance ialah suatu kondisi dan sikap positif individu dalam bentuk penghargaan terhadap diri, menerima segala kelebihan dan kekurangan, mengetahui kemampuan dan kelemahan, tidak menyalahkan diri sendiri maupun orang lain dan berusaha sebaik mungkin agar dapat berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Komponen Penerimaan Diri

Menurut Bastaman “2007”, terdapat beberapa komponen yang menentukan keberhasilan seseorang dalam penerimaan diri yaitu sebagai berikut:

  • Pemahaman Diri “SelfInsight”
    Yakni meningkatnya kesadaran atas buruknya kondisi diri pada saat ini dan keinginan kuat untuk melakukan perubahan ke arah kondisi yang lebih baik.
  • Makna Hidup “The Meaning Of Life”
    Nilai-nilai penting yang bermakna bagi kehidupan pribadi seseorang yang berfungsi sebagai tujuan hidup yang harus dipenuhi dan pengarah kegiatan-kegiatannya.
  • Pengubahan Sikap “Changing Attitude”
    Merubah diri yang bersikap negatif menjadi positif dan lebih tepat dalam menghadapi masalah.
  • Keikatan Diri “Self Commitment”
    Merupakan komitmen individu terhadap makna hidup yang ditetapkan. Komitmen yang kuat akan membawa diri pada hidup yang lebih bermakna dan mendalam.
  • Kegiatan Terarah “Directed Activities”
    Suatu upaya-upaya yang dilakukan secara sadar dan sengaja berupa pengembangan potensi pribadi yang positif serta pemanfaatan relasi antar pribadi untuk mencapai tujuan hidup.
  • Dukungan Sosial “Social Support”
    Yaitu hadirnya seseorang atau sejumlah orang yang akrab, dapat dipercaya dan selalu sedia memberi bantuan pada saat-saat diperlukan.
Simak Juga :  "Mindset" Pengertian & ( Jenis - Cara Membentuk )

Tahapan Penerimaan Diri

Menurut Germer “2009” proses penerimaan diri sebagai bentuk keadaan melawan ketidaknyamanan. Tahap awal yang terjadi ialah rasa kebencian, selanjutnya proses dimulai dengan keingintahuan akan masalah. Apabila hal itu berjalan dengan baik maka akan berakhir dengan merangkul apapun yang terjadi dalam hidup seorang individu. Penjelasan mengenai tahapan penerimaan diri ialah sebagai berikut:

  • Aversion “Kebencian/Keengganan, Menghindari, Resisten”
    Reaksi alami pada perasaan yang membuat tidak nyaman ialah kebencian atau keengganan. Kebencian/keengganan ini juga dapat membentuk keterikatan mental atau perenungan, mencoba mencari tahu bagaimana cara untuk menghilangkan perasaan tersebut.
  • Curiosity “Melawan Rasa Tidak Nyaman Dengan Perhatian”
    Pada tahapan ini individu mulai memiliki pertanyaan-pertanyaan pada hal-hal yang dirasa perlu untuk diperhatikan. Pertanyaan-pertanyaan yang biasanya muncul ialah “Perasaan apa ini..??, Apa artinya perasaan ini?, kapan perasaan ini terjadi”.
  • Tolerance “Menaggung Derita Dengan Aman”
    Toleransi berarti menanggung rasa sakit emosional yang dirasakan, tetapi individu tetap melawannya dan berharap perasaan tersebut akan segeral hilang.
  • Allowing “Membiarkan Perasaan Datang Dan Pergi”
    Setelah melalui proses bertahan akan perasaan tidak menyenangkan telah selesai, individu akan mulai membiarkan perasaan tersebut datang dan pergi begitu saja. Individu secara terbuka membiarkan perasaan itu mengalir dengan sendirinya.
  • Friendship “Merangkul, Melihat Nilai-Nilai Yang Tersembunyi”
    Individu melihat nilai-nilai yang ada pada waktu keadaan sulit menimpanya. Hal ini merupakan tahapan terakhir dalam penerimaan diri.

Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Diri

Menurut Hurlock “1996” terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang dalam penerimaan diri yaitu sebagai berikut:

  • Pemahaman Diri. Pemahaman diri ialah suatu persepsi atas diri sendiri yang ditandai oleh keaslian bukan kepura-puraan, realistis bukan khayalan, kebenaran bukan kebohongan, keterus-terangan bukan berbelit-belit.
  • Harapan Yang Realistis. Ketika pengharapan seseorang terhadap sukses yang akan dicapai merupakan pengharapan yang realistis, kesempatan untuk mencapai sukses tersebut akan muncul, sehingga akan terbentuk kepuasaan diri sendiri yang pada akhirnya membentuk sikap penerimaan terhadap diri sendiri.
  • Tidak hadirnya hambatan-hambatan dari lingkungan. Ketidakmampuan untuk mecapai tujuan yang realistis dapat disebabkan oleh ketidakmampuan individu untuk mengontrol adanya hambatan-hambatan dari lingkungan, misalnya: diskriminasi, ras, gender dan kepercayaan.
  • Tidak adanya tekanan emosi yang berat, tekanan yang berat dan terus menerus seperti yang terjadi dilingkungan kerja atau rumah, dimana kondisi sedang tidak baik, dapat mengakibatkan gangguan yang berat, sehingga tingkah laku orang tersebut dinilai menyimpang dan orang lain menjadi terlihat selalu mencela dan menolak orang tersebut.
  • Sukses yang sering terjadi, kegagalan yang sering menimpa menjadikan seseorang menolak terhadap diri sendiri, sebaliknya kesuksesan yang sering terjadi menumbuhkan penerimaan terhadap diri sendiri.
  • Konsep diri yang stabil, konsep diri yang baik akan menghasilkan penerimaan diri yang baik namun sebalinya bila konsep diri yang buruk secara alami akan menghasilkan penolakan terhadap diri sendiri.
Simak Juga :  Pengertian, Peran Dan Fungsi Pranata Agama Dalam Kehidupan Sosial

Demikianlah pembahasan mengenai “Penerimaan Diri” Pengertian & ( Komponen – Tahapan – Faktor Yang Mempengaruhi ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: