“Asteroid” Pengertian & ( Ciri – Klasifikasi – Contoh – Kesimpulan )

/5 ratings

“Asteroid” Pengertian & ( Ciri – Klasifikasi – Contoh – Kesimpulan )

DosenPendidikan.Com – Selain matahari dan planet di angkasa juga terdapat seperti batuan-batuan kecil dan kita sering melihat batuan yang melayang ini saat menonton film yang bertemakan ruang angkasa, batuan tersebut itulah yang disebut dengan Asteroid. Tentunya asteroid akan berbahaya bagi kehidupan, jika memasuki atmosfir bumi dan sampai menghantam permukaan bumi. Nah untuk mengetahui secara jelas silahkan pahami mengenai ulasan di bawah ini.

Pengertian Asteroid

Yang dimaksud Asteroid ialah benda angkasa berukuran kecil, padat dan berjumlah sangat banyak yang bergerak mengelilingi matahari. Asteroid merupakan salah satu contoh dari plante kerdil atau planetoida, sering juga disebut sebagai sisa-sisa awal terbentuknya tata surya. Sebagian besar asteroid berkumpul pada wilayah yang disebut sebagai sabuk asteroid, letaknya antar orbit Planet Mars dan Planet Yupiter.

Menurut penelitian Asteroid terbentuk dari sisa-sisa ledakan Big Bang “Dentuman Besar” di angkasa yang tidak bisa menyatu untuk membentuk suatu planet karena gaya tarik gravitasi dari Yupiter. Tapi ada juga yang menyebutkan bahwa asteroid terbentuk karena ledakan suatu planet yang mengorbit di antara planet Mars dan Yupiter, dan adapun asteroid yang terkenal, memiliki ukurannya besar dan sudah teridentivikasi yang diberi nama Ceres, memiliki diameter sekitar 946 km, sehingga dikategorikan sebagai planet kerdil.

Ciri-Ciri Asteroid

Nah berikut ini ciri-ciri yang dimiliki oleh asteroid yaitu:

Simak Juga :  Pengertian Isolator, Konduktor Dan Semi Konduktor Menurut Ahli Fisika

Berasal Dari Debu Dan Es

Para peneliti menyebutkan bahwa asteroid berasal dari debu dan es, debu yang mebeku oleh es sehingga membatu. Asteroid merupakan benda angkasa yang padat sehingga jika memasuki atmosfir bumi akan menimbulkan percikan api dan jika sampai ke permukaan bumi akan mengakibatkan benturan dan menimbulkan kerusakan.

Tidak Menghasilkan Cahaya Sendiri

Asteroid tidak dapat menghasilkan cahayanya sendiri, tapi hanya memantulkan cahaya yang berasal dari matahari.

Loading...

Bentuknya Tidak Lebih Besar Dari Planet Kerdil

Di angkasa asteroid memiliki berbagai macam ukuran dan juga bentuk, tapi ukurannya tidak lebih besar dari pada planet-planet di tata surya, ukurannya kurang dari 1 km, hingga lebih dari 1 km, dan berjumlah banyak sekali.

Sebagian Besar Berada Diantara Orbit Mars Dan Yupiter

Di tata surya umumnya banyak asteroid terdapat pada orbit antara planet Mars dan Yupiter dengan jumlah yang sangat banyak, sehingga pada orbit antara Mars dan Yupiter sering disebut dengan Sabuk Asteroid.

Mengandung Besi Dan Nikel

Asteroid terdiri dari batuan maupun logam seperti nikel dan besi, inilah kenapa asteroid merupakan benda angkasa yang sangat padat.

"Asteroid" Pengertian & ( Ciri - Klasifikasi - Contoh - Kesimpulan )

Permukaannya Berbatu

Karena asteroid merupakan benda angkasa yang padat maka permukaannya berbatu, dan tidak beraturan sehingga memiliki berbagai macam bentuk.

Klasifikasi Asteroid

Nah berikut klasifikasi atau pengelompokan asteroid berdasarkan bahan penyusunnya diantaranya:

  • Asteroid kelas C berada di luar sabuk bumi, warnanya gelap dan penyusunnya sebagian besar karbon.
  • Asteroid kelas D ini dikenal juga sebagai asteroid Trojan Yupiter cirinya berwarna gelap dan penyusunnya dari karbon.
  • Asteroid kelas S berada pada bagian dalam sabuk bumi, letaknya lebih dekat ke mars dan bahan penyusunnya sebagian besar berasal dari batu dan besi.
  • Asteroid kelas V orbitnya berada jauh antara orbit planet Yupiter dan Planet Uranus, sebagian besar penyusunnya batuan beku.
Simak Juga :  "Sifat-Sifat Cahaya" Pengertian & ( Contoh - Gambar )

Contoh Asteroid

Salah satu contoh asteroid yang paling dikenal yaitu Ceres karena memiliki diameter hampir 1000 km berbatu dan ber es. Ceres merupakan asteroid pertama yang ditemukan yaitu pada bulan Januari tahun 1801 oleh Atronom asal Italia yaitu Giuseppe Piazzi.

Saat pertama kali ditemukan Ceres dianggap sebagai planet, tapi setelah di obeservasi lebih lanjut lalu dianggap sebagai asteroid sekitar tahun 1850-an, dan pada tahun 2006 ditetapkan sebagai planet kerdil atau katai. Lalu beberapa contoh asteroid lainnya yang telah diberi nama diantaranya; pallas berdiameter 545 km, vesta berdiameter 530 km, Hygeya berdiameter 444 k,, Davida berdiameter 320 km, Juno berdiameter 235 km dan Eros berdiameter 17 km.

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas maka bisa diambil kesimpulan bahwa pengertian Asteroid ialah benda angkasa berukuran kecil, padat dan berjumlah sangat banyak yang bergerak mengelilingi matahari. Asteroid terbentuk dari sisa-sisa ledakan Big Bang “Dentuman Besar” di angkasa yang tidak bisa menyatu untuk membentuk suatu planet karena gaya tarisk gravitasi dari Yupiter.

Ciri-ciri Asteroid yaitu berasal dari debu dan es, mengandung besi dan nikel, sebagian besar berada diantara orbit mars dan jupiter dan tidak menghasilkan cahaya sendiri, beberapa contoh asteroid yang telah diberi nama diantaranya Ceres, Pallas, Vesta, Hygeva, Davida, Juno dan Eros.

Demikianlah pembahasan mengenai “Asteroid” Pengertian & ( Ciri – Klasifikasi – Contoh – Kesimpulan ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

Baca Juga:

Simak Juga :  Pengertian Dan Macam Jenis Serta Efektifitas Distilasi Dalam Ilmu Pendidikan IPA

Loading...
/* */
Click to Hide Advanced Floating Content

Send this to a friend