“Bintang” Pengertian & ( Penamaan – Karakteristik – Jenis )

Diposting pada

“Bintang” Pengertian & ( Penamaan – Karakteristik – Jenis )

DosenPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Bintang yang dimana dalam hal ini meliputi penamaan, karakteristik dan jenis, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Bintang

Bintang ialah benda langit yang memancarkan cahaya, ada benda langit yang bisa menghasilkan cahaya sendiri, ada juga benda langit yang menerima cahaya dari benda langit lain kemudian mematulkan cahaya tersebut.

Nah secara umum biasanya istilah bintang hanya dipakai untuk benda langit yang menghasilkan cahaya sendiri. Bintang merupakan semua objek bermassa antara 0,08 sampai 200 massa matahari yang sedang dan pernah melangsungkan pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir, bintang yang terdekat dengan bumi ialah matahari.

Penamaan Bintang

Ada sebuah konsep yang telah dipakai oleh manusia dari zaman dulu sampai zaman sekarang. Prinsip konsep ini ialah dengan membayangkan pola tebentuk yang dibentuk oleh beberapa bintang yang menonjol kemudian menghubungkannya dengan aspek tertentu dari alam atau mitologi mereka, konsep ini disebut dengan konsep rasi bintang.

Satu satunya otoritas yang diakui secara internasional dalam penamaan benda angkasa ialah Persatuan Astronom Internasional “IAU” walaupun demikian banyak nama bintang yang diwarisi sebelum IAU berdiri. Nama bintang bisa berasal dari kebudayaan kuno, nama tersebut juga banyak yang berasal dari bahasa latin dan bahasa arab, mungkin karena bangsa Arab sangat familiar dengan bintang-bintang tersebut.

Simak Juga :  "Udara" Pengertian & ( Manfaat - Cara Menjaganya )

Sifat Dan Karakteristik Bintang

Adapun sifat dan karakteristik bintang yang diantaranya yaitu:

Diameter Bintang

Karena jaraknya yang luar biasa jauh dari matahari semua bintang “kecuali matahari yang jaraknya paling dekat”, tampak seperti titik-titik kecil apabila dilihat dari bumi dengan mata telanjang. Tetapi ukuran sebenarnya dari bintang sangatlah beragam, ada bintang yang ukurannya hanya 20-40 km, ada pula yang ukurannya mencapai 900 juta km.

Kinematika “Pergerakan” Bintang

Pengamatan kinematika bintang biasanya dinilai dengan kecepatan radialnya menuju atau menjauhi matahari dan pergeserannya secara melintang, melalui informasi ini maka ilmuan dapat mengetahui asal mula, umur, bahkan struktur dan evolusi bintang dan galaksi di sekitarnya.

Komposisi Bintang

Bintang bintang yang ada digalaksi kita massanya terdiri dari sekitar 71% hidrogen dan 27% helium serta sisanya biasa ialah molekul yang lebih berat. Karena unsur-unsur berat terus bertambah di awan molekul “tempat terbentuknya bintang”, maka unsur yang dimiliki suatu bintang menjadi faktor penting untuk mengetahui umur bintang tersebut, selain itu unsur yang dimiliki suatu bintang dapat memberikan informasi tentang sistem planet pada bintang tersebut.

Massa Bintang

Massa dari bintang juga sangat bervariasi yang pasti suatu benda dapat dikatakan bintang apabila ia menghasilkan cahayanya sendiri dan memiliki massa 0,08-200 kali massa matahari, salah satu bintang yang paling massive ialah Eta Carinae, Massanya 100-150 kali massa matahari.

Struktur Inti Bintang

Suatu bintang akan terbentuk apabila memiliki bagian inti yang setimbang secara hidrostatis, kesetimbangan hidrostatis ini terjadi ketika tekanan dari dalam ke luar bintang mengimbangi gaya gravitasi yang menarik bintang dari luar ke dalam, selain berada dalam kesetimbangan hidrostatis, inti bintang juga mempertahankan keseimbangan termal “suhu”.

Simak Juga :  "Hukum Pemantulan Cahaya" Definisi & ( Percobaan - Bunyi Pada Cermin Datar )

Medan Magnet Bintang

Medan magnet bintang dihasilkan dari bagian inti bintang, dimana terjadinya gerakan plasma yang berfungsi seperti sebuah dinamo. Medan magnet yang dihasilkan tersebut akan meliputi seluruh bintang, massa kandungan bintang dan aktivitas pada permukaan sebuah bintang merupakan faktor yang menentukan kekuatan dari medan magnet yang dimiliki bintang tersebut.

Rotasi Bintang

Alat yang dilakukan untuk mengukur laju rotasi sebuah bintang disebut Spektroskopi, cara lain yang juga sering digunakan ialah sengan mengamati laju rotasi bintik bintang. Bintang yang lebih muda biasanya memiliki laju rotasi yang lebih cepat dibandingkan bintang yang lebih tua, medan magnet dan angin bintang akan mempengaruhi laju rotasi bintang tersebut.

Suhu Bintang

Suhu permukaan suatu bintang akan ditentukan oleh energi di intinya, biasanya suhu suatu bintang ini diperkirakan dari indeks warna bintang, bintang masif biasanya memiliki suhu hingga 50.000 derajat celcius.

Umur Bintang

Umur bintang yang banyak ditemui saat ini biasanya ialah 1-10 milyar tahun, ada bintang yang mungkin lebih tua sedikit, ada pula yang lebih muda. Perkiraan umur sebuah bintang dapat dilihat dari massanya biasanya semakin tinggi massa sebuah bintang maka semakin muda bintang tersebut.

Klasifikasi Macam-Macam Jenis Bintang

Adapun klasifikasi macam-macam jenis bintang yang diantaranya yaitu:

"Bintang" Pengertian & ( Penamaan - Karakteristik - Jenis )

Berdasarkan Efek Luminosistas Suatu Bintang Dalam Garis Spektrumnya, bintang dapat diklasifikasikan menjadi:

  • 0 (Maha-Maha Raksasa)
  • I (Maharaksasa)
  • II (Raksasa Terang)
  • III (Raksasa)
  • IV (Sub-Raksasa)
  • V (Deret Utama)
  • VI (Sub-Katai)
  • VII (Katai Putih)

Berdasarkan Suhunya, bintang dapat diklasifikasikan ke dalam kelompok berikut:

  • O (Lebih dari 33.000 derajat Kelvin)
  • B (10.500-30.000 derajat Kelvin)
  • A (7.500-10.000 derajat Kelvin)
  • F (6.000-7.200 derajat Kelvin)
  • G (5.500-6.000 derajat Kelvin)
  • K (4.000-5.200 derajat Kelvin)
  • M (2.600-3.850 derajat Kelvin)
Simak Juga :  Pengertian Dan 100 Sumber Cahaya Serta Manfaatnya Menurut Para Ahli

Demikianlah pembahasan mengenai “Bintang” Pengertian & ( Penamaan – Karakteristik – Jenis ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Baca Juga: