“Daratan” Pengertian & ( Fungsi – Klasifikasi Macam – Macam Jenis – Contoh )

Diposting pada

“Daratan” Pengertian & ( Fungsi – Klasifikasi Macam – Macam Jenis – Contoh )

DosenPendidikan.Com – Permukaan bumi ialah sebuah hal yang sangat unik dan juga sangat menarik untuk dapat dipelajari dan juga dikaji lebih dalam lagi. Hal ini karena permukaan bumi merupakan tempat tinggal atau tempat bernaung bagi manusia, binatang , tumbuh-tumbuhan dan jenis makhluk hidup yang mendiami bumi.

Makhluk hidup yang mendiami bumi ini sebagian besar hidup di permukaan bumi atau yang sering dikenal pula dengan nama kerak bumi. Hal ini karena di permukaan bumi inilah makhluk hidup bisa dengan leluasa bertemu dan menghirup udara sebagai sumber pernafasan bagi sebagian besar makhluk hidup. Hal inilah yang pada akhirnya akan menjadi permukaan bumi sebagai tempat bernaung.

Pengertian Daratan

Dalam hal ini ketika membahasa daratan maka kita harus terlebih dahulu mengenal istilah Relief permukaan bumi, relief ialah perbedaan tinggi rendahnya permukaan bumi. Secara umum terdapat 2 macam relief yakni relief daratan dan relief lautan. Nah pada ulasan kali ini kami akan membahasa mengenai relief daratan.

Daratan ialah bagian permukaan bumi yang secara tetap “permanen” tidak tertutupi oleh air laut. Daratan merupakan tempat hidup “habitat” bagi sebagian besar makhluk hidup istilah darat lebih sering dipakai dalam kalangan awam, sedangkan istilah daratan biasanya digunakan dengan batasan geografis.

Bumi mempunyai bentuk lingkaran dengan permukaan yang tidak rata. Perbedaan ketinggian dari permukaan bumi terjadi karena adanya pengaruh tenaga endogen “tenaga yang berasal dari dalam bumi” dan tenaga eksogen “tenaga yang berasal dari luar bumi”. Pengaruh dari kedua tenaga ini akan membuat terciptanya beberapa jenis daratan yang akan kami jelaskan pada poin berikutnya.

Simak Juga :  "Potensi Lokasi Indonesia" Upaya Pemanfaatan & ( Astronomis - Geografis - Geologis )

Fungsi Daratan

Dalam hal ini wilayah daratan memiliki fungsi yakni untuk penghubung antar daerah dataran yang berhubungan.

Klasifikasi Macam-Macam Daratan

Berdasarkan reliefnya “tinggi rendah permukaannya” maka daratan dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu:

Dataran Tinggi “Plato”

Dataran tinggi ialah jenis daratan pada permukaan bumi yang tingginya lebih dari 500 m diatas permukaan laut. Dataran tinggi terbentuk akibat adanya proses erosi dan sedimentasi. Erosi ialah peristiwa pengikisan padatan akibat transportasi angin, air, es, hujan, pengaruh gravitasi atau akibat makhluk hidup. Sedangkan sedimentasi ialah proses pengendapan material yang ditransportasikan oleh media angin, air, es atau gletser di suatu cekungan. Dataran tinggi biasanya memiliki suhu yang sejuk dan tanahnya subur.

Daerah dataran tinggi dengan luas area yang cukup luas pada daerah puncak dataran tinggi disebut dengan plato “plateau”, plato dapat terbentuk karena erosi, sedimentasi, naiknya gunung berapi atau karena ekstrusi lava. Contoh dataran tinggi di Indonesia antara lain ialah Dataran Tinggi Dekkan, Dataran Tinggi Gayo, Dataran Tinggi Dieng, Dataran Tinggi Malang.

Dataran Rendah

Dataran rendah ialah jenis daratan pada permukaan bumi yang berupa hamparan luas tanah dengan tinggi kurang dari 200 m di atas permukaan laut. Istilah ini diterapkan pada kawasan manapun yang tidak termasuk kedalam dataran tinggi.

Suhu udara pada dataran rendah biasanya berkisar antara 23 derajat celcius sampai dengan 28 derajat celcius, suhu pada daerah dataran rendah tidak terlalu dingin seperti pada dataran tinggi, tetapi juga tidak terlalu panas.

Kondisi ekonomi masyarakat yang tinggi di dataran rendah umumnya lebih makmur dibandingkan yang hidup didataran tinggi. Dari segi cuaca, dataran rendah memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Contoh dataran rendah di Indonesia ialah dataran rendah Surakarta, dataran rendah Semarang, dataran rendah Madiun dan dataran rendah Palembang.

Simak Juga :  "Samudra" Pengertian & Menurut Para Ahli Serta ( Proses Terbentuk - Klasifikasi )

Gunung Dan Pegunungan

Gunung ialah jenis daratan yang berupa bentuk tanah menojol diatas wilayah sekitarnya. Suatu daerah menjulang tinggi baru dapat dikatakan gunung apabila ketinggiannya melebihi 610 meter. Ketika mencapai ketinggian tertentu, gunung dapat memiliki lebih dari satu jenis iklim.

Sebenarnya tidak ada definisi umum untuk gunung, ketinggian, volume, kecuraman, jarak dan kontinuitas merupakan kriteria utama yang biasanya dijadikan acuan dalam mendefinisikan gunung. Menurut kurikulum lama sekolah dasar, istilah gunung sering merujuk pada gunung berapai, oleh karena itu hanya terdapat 2 jenis gunung secara umum yakni gunung aktif dan gunung pasif.

Pegunungan ialah barisan yang terbentuk dari gunung-gunung yang terkait secara geologis. Pegunungan biasanya terbentuk karena gerakan lempeng tektonik melalui proses yang kompleks, selain di bumi ternyata gunung juga telah ditemukan pada banyak planet lain dalam sistem tata surya kita.

Bukit Dan Perbukitan

Bukit ialah jenis daratan yang mempunyai permukaan tanah lebih tinggi dari permukaan tanah di sekitarnya. Namun ketinggian bukit lebih rendah dari pada gunung “kurang dari 600 meter”. Namun karena tidak ada definisi umum untuk bukit dan gunung, beberapa bukit ada yang dianggap sebagai gunung dan demikian pula sebaliknya. Sedangkan perbukitan ialah rangkaian bukit yang berjajar pada suatu daerah yang bukit-bukit tersebut terhubung secara geologis.

Lembah

Lembah merupakan jenis daratan yang lebih rendah dari pada permukaan di sekitarnya, biasanya lembah merupakan daerah di sekitar pegunungan dengan struktur memanjang dan dialiri oleh sebuah sungai. Lembah dapat memiliki luas sampai ribuan kilometer persegi. Dalam perkembangannya yang dipengaruhi oleh berbagai fenomena geografi, lembah dapat berkembang menjadi ngarai dengan tebing yang curam.

Jurang “Tebing”

Jurang ialah formasi bebatuan yang menjulang secara vertikal, tebing biasanya terbentuk akibat erosi. Erosi ialah peristiwa pengikisan padatan akibat transportasi angin, air, es, hujan, pengaruh gravitasi atau akibat makhluk hidup. Tebing dapat ditemukan pada daerah pantai, pegunungan dan sepanjang sungai, seringkali tebing terbentuk oleh bebatuan yang tahan terhadap perubahan cuaca.

Simak Juga :  "Imperialisme" Pengertian & ( Tujuan - Akibat )

Ngarai

Ngarai ialah jenis daratan berupa bentang alam menyerupai lembah tetapi memiliki sisi yang hampir tegak lurus dengan permukaan tanah, keadaan tebing ngarai sangatlah curam. Ngarai terbentuk dari lembah yang terus menerus terkikis akibat berbagai fenomena geografi.

Sungai, Rawa Dan Danau

Sungai, rawa dan danau merupakan bagian daratan yang bisa ditutupi oleh air. Biasanya ketika kita menyinggung tentang “darat” dalam artian umum, maka sungai, rawa dan danau tidak termasuk ke dalamnya.

Demikianlah pembahasan mengenai “Daratan” Pengertian & ( Fungsi – Klasifikasi Macam – Macam Jenis – Contoh ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga: