Depresiasi Dalam Akuntansi : Pengertian Menurut Para Ahli, Metode Dan Contohnya

Diposting pada

Depresiasi Dalam Akuntansi : Pengertian Menurut Para Ahli, Metode Dan Contohnya

DosenPendidikan.Com – Lantas apa itu depresiasi ?? Pengertian Depresiasi ialah alokasi yang dibuat secara sistematis untuk menyusutkan atau mengurangi jumlah suatu aset selama umur manfaatnya. Aktiva tetap tersebut ialah harta perusahaan guna menunjang aktivitas operasional. Setiap tahun muncul biaya penyusutan terhadap aktiva tetap tersebut sebagai penggunanya dalam operasional perusahaan.

Secara umum penerapan depresiasi atau penyusutan aktiva tetap pada keuangan perusahaan dapat mempengaruhi laporan keuangannya dan juga perubahan pajak penghasilan perusahaan. Depresiasi seringkali dianggap sebagai kerugian dalam perhitungan nilai, namun bagi seorang akuntan yang memahami laporan keuangan dapat memandang depresiasi sebagai alat untuk alokasi biaya.

Pengertian Depresiasi Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami apa arti depresiasi atau penyusutan, maka kita bisa merujuk pada pendapat beberapa ahli tentang definisi depresiasi. Nah berikut ini ialah pengertian depresiasi atau penyusutan menurut para ahli:

  • Menurut Sofyan Harahap
    Pengertian depresiasi ialah pengalokasian harga pokok aktiva tetap selama masa penggunaannya atau dapat juga kita sebut sebagai biaya dibebankan terhadap produksi akibat penggunaan aktiva tetap itu dalam proses produksi.
  • Menurut Kleso, Weygant dan Warfield
    Pengertian depresiasi ialah proses akuntansi untuk mengalokasikan biaya aset berwujud menjadi biaya secara sistematis dan nasional terhadap periode yang diharapkan dapat memanfaatkan penggunaan aset tersebut.
  • Menurut Zaki Baridwan
    Definisi depresiasi ialah sebagian dari harga perolehan aktiva tetap yang secara sistematis dialokasikan menjadi biaya stai periode akuntansi.
  • Menurut PSAK (Pertanyataan Standar Akuntansi Keuangan)
    Menurut PSAK No. 17 pengertian depresiasi adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Metode Depresiasi Dalam Akuntansi Bisnis

Dalam perusahaan terdapat beberapa metode depresiasi yang umum digunakan. Sesuai dengan pengertian depresiasi diatas, dimana mengharuskan seorang akuntan untuk menggunakan metode depresiasi yang rasional dan sistematis.

Misalnya dalam sebuah contoh studi kasus, perusahaan kalian ingin membeli mesin produksi baru untuk tujuan tertentu maka dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Biaya Mesin Produksi Baru = Rp 500 juta
  • Estimasi Waktu Manfaat = 5 tahun
  • Estimasi Nilai Sisa = Rp 50 juta
  • Umur Produktif = 30 ribu jam

Dari gambaran tersebut maka ada beberapa metode depresiasi yang bisa kalian gunakan untuk menghitung beban penyusutan keuangan perusahaan kalian, diantaranya:

Metode Garis Lurus “Straight-Line Method”

Metode ini disebut juga Straight-Line Method dan merupakan metode yang paling sering digunakan untuk menghitung beban penyusutan. Metode ini fokus pada penyusutan sebagai fungsi dari waktu dan bukan dari fungsi penggunaan.

Rumus perhitungannya sebagai berikut:

  • Biaya penyusutan = (Biaya Perolehan Aset-Nilai Residu) : (Masa Manfaat Aset)
  • Beban penyusutan = (Rp 500 juta – Rp 50 juta) : 5 = Rp 90 juta

Namun penggunaan metode ini dinilai kurang realistis karena kegunaan aktiva sama setiap tahunnya.

Metode Beban Menurun “Decreasing Charge Method”

Metode ini merupakan metode penyusutan dipercepat dimana menyediakan biaya penyusutan lebih tinggi pada tahun awal dan beban rendaj pada periode selanjutnya. Fokus utama pada metode ini adalah beban penyusutan lebih banyak pada tahun awal karena aktiva mengalami penurunan pada tahun tersebut.

Metode ini dibagi menjadi dua bagian yaitu:

  • Metode Jumlah Angka Tahun
    Perhitungan penyusutannya menggunakan pecahan dengan pembilang angka tahun (5+4+3+2+1=15) dan jumlah tahunnya menjadi penyebut. Pada metode ini pembilang menurun tahun demi tahun dan penyebut tetap konstan (5/15, 4/15, 3/15, 2/15, dan 1/15), berikut ilustrasinya:
Metode Jumlah Angka Tahun
  • Metode Saldo Menurun
    Metode saldo menurun menggunakan biaya penyusutan “dalam persentase” berupa beberapa kelipatan dari metode garis lurus. Misalnya tarif saldo menurun berganda untuk aktiva 10 tahun akan menjadi 20% “dua kali biaya garis lurus yaitu 1/10 atau 105”, berikut ilustrasinya:
Metode Saldo Menurun

Metode Aktivitas (Unit Penggunaan Atau Produksi)

Pada metode ini mengansumsikan penyusutan sebagai fungsi dari produktivitas atau penggunaan dan bukan dari segi berlalunya waktu. Dengan gambaran diatas, penentuan umur penyusutan mesin produksi tidak memiliki masalah tertentu karena penggunaan relatif mudah diukur.

Misalkan mesin produksi digunakan 4.000 jam di tahun pertama, maka beban penyusutannya dapat dihitung sebagai berikut:

Beban penyusutan = [(Rp 500 juta – Rp 50 juta) x 4.000] : 30 ribu = Rp 60 juta.

Namun metode ini memiliki keterbatasan karena tidak tepat digunakan pada situasi penyusutan berdasarkan waktu dan bukan aktivitas.

Metode Depresiasi Khusus

Dalam pengertian depresiasi sudah dijelaskan bahwa tujuannya ialah untuk mengetahui penyustan manfaat aset perusahaan. Namun pada beberapa khusus, perusahaan tidak bisa memilih salah satu metode depresiasi diatas karena aktiva yang terlibat memiliki karakteristik yang unik atau membutuhkan penerapan khusus.

Ada dua metode khusus yang bisa kalian terapkan pada kasus tersebut yaitu:

  • Metode kelompok dan gabungan, sering digunakan pada aktiva yang cukup homogen dan memiliki fungsi yang hampir sama.
  • Metode campuran dan kombinasi, diterapkan sesuai dengan keinginan akuntan.

Demikianlah pembahasan mengenai Depresiasi Dalam Akuntansi : Pengertian Menurut Para Ahli, Metode Dan Contohnya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Baca Juga: