Pengertian Kampanye : Sejarah, Fungsi, Tujuan, Jenis, Contoh

Diposting pada

Pengertian Kampanye : Sejarah, Fungsi, Tujuan, Jenis, Contoh : Untuk hal ini lantas apa yang dimaksud dengan Kampanye…?? Pengertian Kampanye adalah serangkaian usaha dan tindakan komunikasi yang terencana untuk mendapatkan dukungan dari sejumlah besar khalayak yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang secara terorganisir dalam suatu proses pengambilan keputusan dan dilakukan secara berkelanjutan dalam kurun waktu tertentu.

Mengacu pada definsi kampanye diatas, maka semua kegiatan kampanye ini harus memiliki empat unsur yang diantaranya yaitu:

  • Kegiatan kampanye bertujuan untuk menciptakan dampak atau efek tertentu.
  • Sasaran kampanye ialah khalayak dalam jumla yang terbilang besar.
  • Kegiatan kampanye sendiri umumnya fokus dalam waktu yang tertentu.
  • Kampanye dilakukan melalui serangkaian tindakan komunikasi yang terorganisir.

Secara etimologi kampanye berasal dari bahasa Perancis yakni “Campaign” yang memiliki sebuah arti yaitu lapangan, operasi militer. Istilah kampanye banyak digunakan untuk berbagai kegiatan, baik itu dalam pemasaran bisnis, pemilihan pemimpin “Pilpres, Pilkada”, kegiatan sosial dan berbagai kegiatan lainnya.


Sejarah Kampanye

Kampanye sebenarnya telah ada sejak era pemilihan umum dalam dunia politik. Seringkali kampanye dimulai oleh sudut pandang yang kurang beruntung atau anti kemapanan (seperti terhadap kepentingan yang lebih kuat). Fenomena kampanye ini erat terkait dengan kelompok-kelompok pemilik kepentingan dan partai politik Demokrasi masyarakat memiliki kampanye pemilihan biasa, tetapi kampanye politik dapat terjadi pada isu-isu tertentu bahkan di non-demokrasi selama kebebasan berekspresi diperbolehkan. Kampanye pemilu Amerika di abad ke-19 menciptakan massa-basis partai politik pertama dan menciptakan banyak teknik kampanye massa.


Dalam catatan sejarahnya kampanye memang sudah sama tuanya dengan sejarah Pemilu. Barangkali kita tidak pernah terlintas untuk mengukur apakah kampanye yang dilakukan selama ini efektif ataukah tidak. Kampanye seolah telah menjadi conditio sine qua non dari Pemilu. Tak peduli kampanye itu berpengaruh ataukah tidak pada hasil Pemilu.Apalagi menjawab pertanyaan, berpengaruh ataukah tidak pada masa depan kehidupan rakyat. Apakah rakyat mengerti yang disampaikan lewat kampanye, ataukah justru kampanye telah menjadi entitas yang terpisah untuk memenuhi egonya sendiri yang identik dengan mengumbar dana besar, pengerahan massa, hura-hura, yang ujungnya untuk kekuasaan.


Lima puluh tahun yang lalu yang lalu mayoritas orang yang masih mempercayai kesimpulan keliru tentang kampanye. Mereka berpendapat bahwa berkampanye lewat media massa hanya memberikan kontribusi yang sangat kecil dalam meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku publik. Pada masa itu ada 2 buah artikel yang sering dikutip untuk membuktikan ketidakefektifan kampanye. Artikel pertama bertajuk, “some reason why communication campaign fail” yang ditulis oleh Hyman dan Sheatsley pada tahun 1947.artikel kedua berupa laporan Hughes (1950) tentang kegagalan kampanye mengenai perserikatan bangsa-bangsa di cincinatiohio USA. Kedua tulisan ini sempat mematikan semangat para ilmuwan komunikasi untuk mengaji dan menerapkan kampanye selama puluhan tahun, bahkan membuat mereka mengabaikan fenomena kampanye.


Memasuki paruh kedua dasawarsa tahun 70an minat untuk menguji kampanye marak pakar komunikasi memancarkan harapan baru akan potensi kampanye dalam mendorong perubahan sosial dan prospeknya bagi penelitian komunikasi. Optimisme semcam itu berkembang terutama setelah hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh mendelsohn (perloff, 1993) ; Warner (1997) ; A. J . Meyer, Nash, Mcalister, Maccoby dan Farquhar (Perry, 2002) dipublikasikan semua laporan penelitian tersebut pada prinsipnya menegaskan bahwa sebuah kampanye yang dikonstruksi dengan baik akan memberikan efek yang luar biasa terhadap khalayak sasarannya. Masa ini kemudian dikenal sebagai era kesuksesan kampanye.


Pada masa ini ahli komunikasi menyadari bahwa efek kampanye lebih bersifat moderat dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pada kondisi tertentu sebuah prgram kampanye berpeluang besar untuk sukses namun pada keaadaan lain program tersebut gagal. Mereka juga menyadari bahwa keberhasilan sebuah kampanye sangat dipengaruhi oleh kemampuan pelaku kampanye dalam merancang program dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada.


Hal ini sepenuhnya sejalan dengan pendapat Robert E. Simmons (1990) , professor ilmu komunikasi dari universitas boston amerika serikat, yang menegaskan bahwa keberhasilan mencapai tujuan kampanye banyak ditentukan oleh kemampuan kita dalam merancang, menerapkan dan mengevaluasi program kampanye secara sistematis dan strategis.kemampuan semcam itu, lanjut Simmons, harus dilandasi oleh pemahaman teoretis terhadap berbagai dimensi kampanye serta keckapan teknis dalam menerapkannya.


Pengertian dan Makna Kampanye

Kampanye adalah serangkaian usaha dan tindakan komunikasi yang terencana untuk mendapatkan dukungan dari sejumlah besar khalayak yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang secara terorganisir dalam suatu proses pengambilan keputusan dan dilakukan secara berkelanjutan dalam kurun waktu tertentu. Orang sering mempersamakan kampanye dengan propaganda. Hal ini tidak sepenuhnya salah karena keduanya memang merupakan wujud tindakan komunikasi yang terencana dan sama-sama ditujukan untuk mempengaruhi khalayak.


Kampanye dan propaganda juga sama-sama menggunkan berbagai saluran komunikasi untuk menyampaikan gagasan-gagasan mereka. Jadi pada kenyataanya memang ada beberapa kemiripan diantara kedua konsep tersebut. Pada dasarnya tak ada yang berbeda antara kampanye dan propaganda. Kalau pun, kemudian keduanya tampak berbeda, itu karena pendekatan dan metoda yang dipakainya. Kampanye kerap dinilai lebih bersifat persuasif karena disertai bujukan dan iming-iming. Sementara propaganda, sekalipun dasarnya sangat persuasif, kerap disertai tekanan berupa penonjolan dari dampak buruk yang bisa terjadi jika massa tak bertindak seperti apa yang dipropagandakan.


Sekadar menyamakan persepsi, persuasi yang dimaksud tak lain adalah usaha yang disadari untuk mengubah sikap, kepercayaan atau perilaku orang melalui transmisi pesan. Propaganda sendiri, biasa digunakan oleh suatu kelompok terorganisasi yang ingin menciptakan partisipasi aktif atau pasif dalam tindakan-tindakan suatu massa yang terdiri atas individu-individu, dipersatukan secara psikologis melalui manipulasi psikologis dan digabungkan di dalam suatu.Selain itu istilah propaganda telah dikenal terlebih dahulu dan memiliki konotasi yang negatif sementara istilah kampanye baru memasyarakat pada tujuh puluh tahun terakhir serta memiliki citra postif dan akademis.


Setidaknya ada 7 Perbedaan Antara Kampanye Dengan Propaganda :

  1. Sumber kampanye selalu dapat diidentifikasikan secara jelas. Nama lembaga yang menjadi kampanye (campaign makers). Sebaliknya propaganda cenderung menyembunikan identitias mereka.
  2. Perbedaan selanjutnya terkait dengan batasan waktu. Dalam hal ini kampanye senantiasa dilakukan dalam periode  waktu tertentu. Kapan  dan berapa lama sebuah program kampanye akan dilakukan dengan jelas, sementara propagana tidak terikat oleh batasan waktu.
  3. Sifat gagasan-gagasan kampanye terbuka untuk diperdebatkan sedangkan propaganda menganggap gagasan-gagasan mereka mutlak   benar atau sudah self-evident.
  4. Tujuan kampanye selalu jelas dan spesifik. Bahkan sebagian besar program kampanye memiliki tujuan yang dapat diukur dengan mudah. Tujuan kampanye juga sangat bervariasi tergantung pada jenisnya. Sementara propaganda diubah untuk mengubah belief system dari khalayak dan tersebut tidak pernah dinyatakan dengan jelas.
  5. Kampanye sangat menekankan kesukarelaan dan menghindari pendekatan koersif, sementara propaganda tidak mementingkan  kusukarelaan dan menghalakan cara paksaan
  6. Kampanye dalam hal ini memiliki kode etik yang mengatur cara dilakukannya kegiatan, sedangkan dalam propaganda aturan semcam itu tidak pernah dikenal.
  7. Kampanye kepentingan kedua belah pihak perlu diperhatikan agar tujuan dapat tercapai, sementara propaganda hanya menimbang kepentingan sepihak dari propagandis.

Lalu kampanye itu sendiri apa? Secara harfiah, kampanye berarti gerakan (tindakan) serentak (untuk melawan, mengadakan aksi, dsb). Dikatakan juga sebagai kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi politik atau calon yang bersaing memperebutkan kedudukan untuk mendapat dukungan massa pemilih dalam suatu pemungutan suara. Kampanye dalam arti sempit bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan khalayak sasaran (target audince) untuk merebut perhatian serta menumbuhkan persepsi atau opini yang positif terhadap suatu kegiatan dari suatu lembaga atau organisasi (corporate activities) agar tercipta suatu kepercayaan dan citra yang baik dari masyarakat melalui penyampaian pesan secara intensif dengan proses komunikasi dan jangka waktu tertentu yang berkelanjutan.


Tetapi sejak fenomena kampanye menjadi perhatian ilmuwan dan praktisi komunikasi di tahun 1940-an telah muncul sekitar 20 definisi tentang kampanye. Definisi tersebut merentang dari yang menenkankan aspek pesan, aspek pengorganisasian tindakan hingga yang memfokuskan pada efek. Dari semua definisi yang ada, batasan yang disampaikan Rogers dan storey dalam tulisan mereka yang bertajuk communication campaigns (Berger & Chaffe, 1987) adalah yang paling lengkap dan sesuai dengan tujuan kampanye itu sendiri.


Kampanye pada prinsipnya merupakan suatu proses kegiatan komunikasi individu atau kelompok yang dilakukan secara terlembaga dan bertujuan untuk menciptakan suatu efek atau dampak tertentu. Rogers dan Storey (1987) mendefinisikan kampanye sebagai “serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan untuk menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu


Beberapa ahli komunikasi mengakui bahwa definisi yang diberikan Rogers dan Storey adalah yang paling popular dan dapat diterima dikalangan ilmuwan komunikasi (Grossberg, 1998; Snyder, 2002; Klingemann & Rommele, 2002). Hal ini didasarkan kepada dua alasan. Pertama, definisi tersebut secara tegas menyatakan bahwa kampanye merupakan wujud tindakan komunikasi, dan alasan kedua adalah bahwa definisi tersebut dapat mencakup keseluruhan proses dan fenomena praktik kampanye yang terjadi dilapangan


Pengertian Kampanye Menurut Para Ahli

Beberapa ahli pernah menjelaskan tentang arti kata kampanye diantaranya yaitu:

Menurut Rogers Dan Storey

Memberi pengertian kampanye sebagai serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakuan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu.


Menurut Pfau Dan Parrot

Upaya perubahan yang dilakukan kampanye selalu terkait dengan aspek pengetahuan, sikap, dan prilaku. Dalam aspek pengetahuan diharapkan akan munculnya kesadaran, berubahnya keyakinan atau meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang isu tertentu, yang kemudian adanya perubahan dalam ranah sikap. Pada tahap akhir dari tujuannya yaitu mengubah prilaku masyarakat secara konkret berupa tindakan yang bersifat insidental maupun berkelanjutan.


Menurut Rajasundarman

“A campaigns is acoordinated use of different methods of communication aimed at focusing attention on a particular problem and its solution over a period of time” (Kampanye dapat diartikan sebagai pemanfaatan berbagai metode komunikasi yang berbeda secara terkoordinasi dalam periode waktu tertentu yang ditujukan untuk mengarahkan khalayak pada masalah tertentu berikut pemecahannya).


Merujuk pada definisi ini maka setiap aktifitas kampanye komunikasi setidaknya harus mengandung 4 hal yaitu:

  1. Tindakan kampanye yang ditujukan untuk menciptakan efek atau dampak
  2. Jumlah khalayak sasaran yang besar.
  3. Biasanya dipusatkan dalam kurun waktu tertentu.
  4. Melalui serangkaian tindakan komunikasi yang terorganisasi

Menurut Imawan

Pengertian kampanye ialah upaya persuasif yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang kepada orang lain agar sepaham terhadap ide atau gagasan yang ditawarkan.

Menurut Rachmadi

Pengertian kampanye ialah kegiatan yang terorganisir secara sistematis untuk mendorong masyarakat melakukan sesuatu yang diinginkan dengan memanfaatkan media tertentu agar tetap sasaran dan disertai dengan evaluasi.

Menurut Drs. Antar Venus, M.A

Menurut Antar Venus arti kampanye ialah upaya yang ditujukan untuk menciptakan perubahan dan dampak tertentu dalam kehidupan bermasyarakat yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu.

Menurut Kotler Dan Roberto

Definisi kampanye ialah upaya yang dilakukan oleh individu atau sekelompok orang untuk menamakan ide, sikap, perilaku yang diinginkan oleh pelaku kampanye.

Menurut Cangara

Pengertian kampanye ialah aktivitas komunikasi yang dilakukan untuk mempengaruhi masyarakat agar memiliki wawasan terhadap perilaku yang menjadi keinginan pemberi informasi.

Menurut Snyder (Gudykunst & Mody, 2002)

“A communication campaigns is an organized communication activity, directed at a particular audience, for a particular period of time, to achieve a particular goal” (Kampanye komunikasi adalah tindakan komunikasi yang terorganisasi yang diarahkan pada khalayak tertentu, pada periode waktu tertentu guna mencapai tujuan tertentu)


Menurut Undang-Undang “UU”

Menurut UU Pasal 1 ayat 26 No. 10 tahun 2008 pengertian kampanye ialah kegiatan yang dilakukan oleh peserta pemilu untuk menyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi dan program yang ditawarkan oleh calon peserta Pemilu.


Fungsi Kampanye

Secara umum, fungsi kampanye berfungsi sebagai informasi agar masyarakat lebih tanggap terhadap suatu pesan yang disampaikan dalam kampanye, menurut Drs, Antar Venus, MA, dalam kegiatan kampanye memiliki fungsi berikut ini:

  1. Sebagai sarana informasi yang dapat mengubah pola pikir masyarakat.
  2. Sebagai upaya pelaksana kampanye untuk mencapai tujuan dengan menggugah kesadaran dan pendapat masyarakat terhadap isu tertentu.
  3. Pengembangan usaha dengan membujuk khlayak untuk membeli produk yang dipasarkan.
  4. Untuk membangun citra positif peserta kampanye.

Tujuan Kampanye

Mengacu pada pengertian kampanye diatas, maka kegiatan komunikasi di dalam kampanye harus dilakukan secara tersusun dan terlembaga. Lembaga tersebut bisa dari pemerintah, pihak swasta atau dari lembaga swadaya masyarakat.

Kampanye : Pengertian Menurut Para Ahli, Fungsi, Tujuan, Bentuk, Jenis Dan Medianya

Jika  pada praktiknya kampanye memiliki tujuan yang beragam tergantung tujuan lembaga itu sendiri. Namun secara umum tujuan kampanye ialah untuk menggugah isu tertentu dengan menyampaikan informasi produk atau gagasan/ide yang dikampanyekan sehingga masyarakat menyukai, simpati, peduli atau bepihak kepada yang melakukan kampanye.

Beberapa contoh kampanye yang ada di masyarakat ialah:

  • Ajakan untuk menyumbang dana bagi korban bencana alam.
  • Anjuran pemerintah untuk melakukan imunisasi bagi anak.
  • Ajakan sekelompok orang pada masyarakat untuk memilih calon gubernur tertentu.
  • Anjuran seorang atlit untuk mengkonsumsi makanan yang sehat dan makanan suplemen tertentu.
  • Dan lain-lain.

Bentuk Dan Jenis Kampanye

Pada praktiknya ada beberapa bentuk dan jenis kampanye, namun pada umumnya kegiatan kampanye dilakukan dengan slogan, pembicaraan, media cetak, simbol-simbol, siaran rekaman berbentuk suara dan gambar.

Palaksanaan kampanye juga dilakukan melalui media internet dalam rangka pencitraan yang nantinya berkembang menjadi upaya persamaan sebuah gagasan atau isu suatu kelompok kepada masyarakat dengan harapan mendapatkan tanggapan.


Jenis Kampanye Berdasarkan Orientasinya

  1. Product Oriented Campaigns
    Ini merupakan kampanye yang berorientasi pada produk. Jenis kampanye ini umumnya dilakukan dalam lingkungan bisnis komersil. Kampanye ini bertujuan untuk membangun citra positif terhadap produk yang diperkenalkan ke masyarakat.


  2. Candidate Oriented Campaigns
    Ini merupakan kampanye yang berorientasi pada kandidat. Kampanye ini biasanya memiliki latar belakang hasrat untuk kepentingan politik, misalnya kampanye Pemilu, kampanye Pilkada.


  3. Ideologically or Cause Oriented Campaigns
    Kampanye ini berorientasi pada tujuan-tujuan khusus yang sifanya sosial. Seperti yang pernah dijelaskan oleh Kotler, kampanye perubahan sosial bertujuan untuk menangani berbagai masalah sosial dengan perubahan pandangan, sikap dan perilaku masyarakat. Contohnya: kampanye imunisasi, kampanye ASI, kampanye Donor Darah, kampanye Keluarga Berencana “KB”.

Jenis Kampanye Berdasarkan Isinya

Ada beberapa macam kampanye yang bisa dibedakan dari isinya diantaranya ialah:

  • Kampanye Positif
    Kampanye yang berisi pengenalan tentang produk atau seseorang yang dikampanyekan, pada umumnya informasi yang disampaikan tentang hal-hal baik saja.
  • Kampanye Negatif
    Kampanye negatif biasanya dilakukan oleh kompetitor dimana isi kampanyenya menyampaikan tentang kekurangan produk atau seseorang. Pada umumnya kampanye negatif ini berdasarkan data dan fakta yang sudah terjadi sebelumnya.
  • Kampanye Hitam
    Kampanye hitam ialah kampanye yang bertujuan untuk membunuh karakter seseorang atau produk yang menjadi kompetitor. Namun, informasi yang disampaikan dalam kampanye hitam ialah fitnah, kebohongan atau tuduhan tanpa bukti.

Jenis Kampanye

Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) N0. 35 Tahun 2004 tentang Kampanye Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden mengatur semua jenis atau bentuk kampanye. Ada 9 jenis kampanye, yaitu:

  • Debat publik / debat terbuka antar calon
  • Kegiatan lain yang tidak melanggar peraturan perundang-undangan
  • Pemasangan alat peraga di tempat umum
  • Penyebaran bahan kampanye kepada umum
  • Penyebaran melalui media cetak dan media elektronik
  • Penyiaran melalui radio dan atau televise
  • Pertemuan Terbatas
  • Rapat umum
  • Tatap muka dan dialog

Baca Juga : “Poster” Pengertian & ( Tujuan – Ciri – Syarat – Jenis – Cara Membuat )


Media Kampanye

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya ada banyak bentuk dan jenis kampanye. Semua bentuk dan jenis kampanye ini membutuhkan media kampanye sebagai corong untuk menyampaikan imformasi kepada masyarakat.

Beberapa media kampanye yang umum digunakan ialah:

  • Media Elektronik “televisi, radio”.
  • Media Cetak “koran, tabloid, majalah”.
  • Media Komunikasi Kelompok “pameran, seminar, diskusi panel”.
  • Media Luar-Ruangan “poster, banner, billboard, papan nama”.
  • Media Digital “Website, sosial media, email, aplikasi chatting dan lain-lain”.

Baca Juga :“Demokrasi” Pengertian Menurut Para Ahli & ( Macam – Ciri – Prinsip – Nilai )


Peran Media Massa

Menurut Mc Quail, secara umum media massa memiliki berbagai fungsi bagi khalayaknya yaitu

  1. pertama, sebagai pemberi informasi;
  2. kedua, pemberian komentaratau interpretasi yang membantu pemahaman maknainformasi;
  3. ketiga, pembentukan kesepakatan;
  4. keempat, korelasi bagian-bagian masyarakat dalam pemberian respon terhadap lingkungan;
  5. kelima, transmisi warisan budaya;
  6. dan keenam, ekspresi nilai-nilai dan simbol budaya yang diperlukan untuk melestarikan identitas dan kesinambungan masyarakat (dalam Yuniati, 2002: 85).

Oleh karena itu media massa seharusnya menjadi sarana pencerahan dan transformasi nilai-nilai kebenaran agar masyarakat dapat melihat secara apa adanya. Media sebaiknya tidak memunculkan kesan menilai atau keberpihakan khususnya dalam masa kampanye Pemilu. Biarlah masyarakat sendiri yang akan menilai. Yang diperlukan media hanyalah menyampaikan informasi yang sebenarnya, jelas hitam putihnya. Sehingga masyarakat tidak terjebak pada pilihan mereka, karena persoalan Pemilu adalah persoalan masa depan bangsa. Media harus mampu bersikap objektif dalam penayangan berita.

Baca Juga : “Spanduk” Pengertian & ( Fungsi – Ciri – Manfaat – Jenis – Cara Membuat )


Pengaruh Televisi

Dalam hal kampanye, media massa baik cetak maupun elektronik merupakan sebuah salauran kampanye terhadap konstituen. Apalagi dengan arus teknologi ini, rasanya media elektronik menjadi salauran utama bagi jalan untuk mempengaruhi pandangan masyarakat khususnya dalam masa kampanye Pemilu. Medium ini telah berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi. Hal itu salah satunya disebabkan sudah banyaknya masyarakat yang memiliki televisi maupun radio, bahkan sebagian lagi sudah mampu menggunakan internet. Oleh karena itu banyak Partai maupun calon yang akan berkompetisi di Pemilu menggunakan sarana atau saluran kampanye melalui media elektronik khususnya televisi.


Banyak sedikitnnya penayangan yang berhubungan dengan transformasi ataupun sosialisasi visi dan misi dari sebuah Partai maupun calon yang dijagokannya akan sangat mempengaruhi penilaian masyarakat terhadapnya. Oleh karena itu, bagi yang ingin mendapat kemenangan suara harus mampu “menguasai” media ini dengan penayangan iklannya. Tetapi tidak sedikit biaya tentunya.

Baca Juga : “Poster” Pengertian & ( Tujuan – Ciri – Syarat – Jenis – Cara Membuat )


Pengaruh Surat Kabar

Selain televisi, surat kabar atau media cetak memiliki andil dalam pembentukan persepsi masyarakat. Persepsi merupakan sebuah proses pemberian makna terhadap apa yang kita tangkap dari indera kita, sehingga kita memperoleh pengetahuan baru dari hal tersebut. Persepsi sangat dipengaruhi oleh informasi yang ditangkap secara keseluruhan. Begitu juga dengan pencitraan pada dasarnya juga dipengaruhi oleh informasi yang diterima dan dipersepsi.


Informasi atau berita dalam media massa merupakan hasil seleksi yang dilakukan oleh gatekeeper yang dijabat oleh pemimpin redaksi atau redaktur pelaksana surat kabar. Berita dalam surat kabar sendiri dapat didefinisikan sebagai sebuah laporan dari suatu kejadian penting dan dianggap menarik perhatian umum. Berita merupakan salah satu informasi yang diberikan oleh surat kabar. Dalam hal penyajian berita harus melalui seleksi. Karena isi berita sangat berpengaruh pada minat masyarakat untuk membaca.


Oleh karena adanya seleksi dalam pemuatan berita, maka tidak semua berita atau informasi yang ada dapat ter-expose. Berita yang dimuat biasanya hanya berita yang memiliki nilai jual. Terkadang dari sinilah kurang netralnya sebuah media. Media hanya mementingkan keuntungan saja, terkadang media kurang memeprhatikan masyarakat kecil khususnya. Sehingga mereka tak pernah terjamah oleh dunia elit.


Patterson berkesimpulan bahwa informasi surat kabar lebih efektif bagi khalayak dibanding televisi. Sajian berita surat kabar selain bentuk kata tercetak, juga kerap dalam bentuk visual berupa foto berita, lambang patai politik, atau karikatur. Dari asumsi ini terlihat bahwa surat kabar memiliki pengaruh yang besar pula dalam kampanye politik.


Menurut hasil penelitian terhadap mahasiswa, bahwa penonjolan berita pemilu melalui frekuensi pemunculan berita dan judul berita Organisasi Peserta Pemilu (OPP) terhadap persepsi mahasiswa tentang partai politik menunjukkan pengaruh yang signifikan (Yuniati, 2002). Suatu pesan atau berita yang sering diulang-ulang akan dapat menarik perhatian seseorang dabanding dengan pesan yang kurang banyak diungkapkan. Terlebih jika suatu berita serentak di berbagai surat kabar maupun televisi ditayangkan. Dalam surat kabar, sebuah berita besar atau yang menjadi topik utama selalu ditempatkan di halaman depan dengan judul yang menarik dan membuat penasaran ditambah dengan foto yang mendukung.


Semakin sering seorang tokoh atau berita tentang partai dimuat di halaman itu, maka akan semakin terkenallah dia. Kita coba ingat kembali berita dalam surat kabar pada waktu menjelang Pemilu 2004. Siapakah calon, tokoh, atau partai yang sering ‘berpose’ di halaman utama. Tentunya kita sering melihat berita tentang tokoh baru tersebut, tentunya seorang figur Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Nama dan partainya begitu sering muncul, ditambah dengan berita yang membuat simpati pada tokoh tersebut akibat disia-siakan oleh pemerintah sewaktu menjabat menteri.


Ternyata media massa baik surat kabar maupun televisi berpengaruh sangat besar bagi pemenangan dalam Pemilu. Komunikasi politik lebih efektif melalui sarana tidak langsung atau menggunakan media tersebut. Karena pesan yang disampaikan akan serentak diketahui oleh orang banyak di segala penjuru dan juga dapat diulang-ulang penayangannya. Persepsi, interpretasi, maupun opini publik mudah dipengaruhi lewat iklan maupun berita dalam media. Maka untuk menghindari terjadinya disfungsi media, media harus bisa menjadi penengah atau perantara antara pemerintah, elit partai, dan masyarakat. Di masa reformasi ini, dimana sudah mulai ada kebebasan pers seharusnya pers harus mengubah pola kerjanya yang semula ‘menjilat’ pemerintah karena terpaksa, tetapi sekarang harus netral dan sebagai alat kritik sosial bagi pemerintah maupun masyarakat.


Nimmo telah menggunakan taksonomi Lasswell untuk membuka wacana tentang komunikasi politik, yaitu: Who says what with what channel to whom with what effect.

  • Who says adalah para komunikator; aktifis politik, pemerintah atau pengamat.
  • What adalah pesan-pesan atau simbol politik; permainan bahasa atau eufemisme untuk mempengaruhi dan meyakinkan publik melalui propaganda, iklan, dan retorika.
  • What channel adalah dengan saluran atau media apa; interpersonal, organisasional, maupun massal.
  • To whom  adalah khalayak atau publik.
  • What effect adalah kesan dan akibat dari proses komunikasi politik; terprovokasi, bertindak politik, mendukung, dan lain sebagainya.

Baca Juga : 

Demikianlah pembahasan mengenai Kampanye : Pengertian Menurut Para Ahli, Fungsi, Tujuan, Bentuk, Jenis Dan Medianya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.