NPWP : Pengertian, Perbedaan, Fungsi, Manfaat, Dan Syaratnya

Diposting pada

NPWP : Pengertian, Perbedaan, Fungsi, Manfaat, Dan Syaratnya

DosenPendidikan.Com – Pajak merupakan iuran atau pungutan wajib yang harus dibayar oleh rakyat “wajib pajak” kepada negara berdasarkan undang-undang, dimana uang pajak tersebut akan digunakan untuk kepentingan pemerintah dan kesejahteraan masyarakat umum.

Pengertian NPWP

Lantas apa pengertian NPWP ?? untuk kepanjangan NPWP ialah Nomor Pokok Wajib Pajak yaitu nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak “WP” sebagai sarana dalam administrasi perpajakan dan digunakan sebagai tanda pengenal atau identitas diri wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

Pada dasarnya setiap warga negara Indonesia yang telah bekerja atau memiliki penghasilan wajib memiliki NPWP baik itu perorangan maupun perusahaan atau investor. Besarnya nilai pajak dari setiap profesi jumlahnya akan berbeda-beda, sesuai dengan besar penghasilan dan jenis profesinya.

Setiap jenis pekerjaan, baik itu pegawai, wirausaha, profesional atau investor, bila mendapat penghasilan di Indonesia, maka wajib membayar pajak penghasilan. Namun pemerintah Indonesia memberlakukan aturan Penghasilan Tidak Kena Pajak “PTKP” sehingga masyarakat yang berpenghasilan dengan nominal tertentu tidak dikenakan pajak.

Perbedaan NPWP Pribadi Dan NPWP Badan

Secara umum NPWP dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu:

  • NPWP Pribadi yaitu Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki secara perorangan oleh setiap individu yang telah bekerja atau berpenghasilan di Indonesia.
  • NPWP Badan yaitu Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki oleh setiap badan atau perusahaan yang memiliki penghasilan di Indonesia.

Seorang pegawai atau karyawan harus memiliki NPWP Pribadi. Sedangkan seseorang yang memiliki bisnis, wiraswasta atau investor maka orang tersebut harus memiliki NPWP Pribadi dan juga NPWP Badan untuk perusahaannya.

Wujud kartu NPWP Pribadi dan NPWP Badan bentuk dan ukurannya sama, Perbedaannya ada pada informasi yang terdapat pada basisi data kantor pajak seperti:

  • Nama wajib pajak
  • Alamat wajib pajak
  • Jenis usaha
  • Pemiliki perusahaan
  • Nomor akta
  • Jenis usaha dan cabangnya
  • Harta yang dimiliki
  • Dan beberapa informasi lain perusahaan

Fungsi Dan Manfaat NPWP

Seperti yang disebutkan sebelumnya, fungsi NPWP yang paling utama ialah sebagai sarana dalam administrasi perpajakan. Dengan adanya Nomor Pokok Wajib Pajak maka data dan perhitungan pajak setiap orang tidak akan tertukar. Adapun fungsi dan manfaat NPWP ialah sebagai berikut:

Fungsi Administrasi Perpajakan

  • Sebagai identitas diri seorang Wajib Pajak “WP” untuk mempermudah pengurusan hak dan kewajiban terkait perpajakan.
  • Sebagai alat identifikasi dan mempermudah proses administrasi perpajakan.
  • Menjadi bagian dari dokumen-dokumen perpajakan wajib pajak.

Fungsi Administrasi Perizinan

  • Sebagai dokumen pendukung untuk pengajuan kredit Bank.
  • Sebagai dokumen pendukung untuk membuat rekening di Bank.
  • Sebagai dokumen pendukung untuk pembuatan paspor jika seseorang ingin ke luar negeri.

Khusus bagi wiraswasta atau pengusaha, NPWP dapat berfungsi sebagai:

  • Dokumen untuk memenuhi syarat administrasi mengikuti lelang proyek pemerintah, BUMN dan BUMD.
  • Dokumen untuk pengajuan izin usaha, misalnya SIUP “Surat Izin Usaha Perdagangan”.
  • Dokumen pendukung untuk pembayaran pajak final, seperti PPh final, PPN, BPHTB dan lain-lain.

Fungsi Pelayanan Pajak

  • Sebagai dokumen untuk pengembalian pajak jika terjadi kelebihan bayar pajak.
  • Sebagai dokumen untuk keperluan pengurangan pembayaran pajak.
  • Sebagai dokumen untuk pelaporan dan penyetoran pajak.

Fungsi Lain NPWP

  • Dokumen untuk melamar pekerjaan, beberapa perusahaan di Indonesia mewajibkan calon pekerjanya memiliki NPWP. Bagi mereka yang masih fresh graduate dan belum memiliki NPWP, Ditjen Pajak mengeluaran kebijakan untuk membantu pembuatan NPWP bagi mereka.
  • Dokumen untuk membeli produk investasi, Reksadana merupakan salah satu produk investasi yang mengharuskan nasabah melampirkan NPWP dalam dokumennya. Tujuannya adalah untuk mencegah dan memberantas praktik pencucian uang dan pendanaan kegiatan teroris.

Syarat Membuat NPWP

Adapaun syarat membuat NPWP diantaranya yaitu:

Syarat Membuat NPWP Pribadi

  • Fotokopi identitas kiri, Kartu Tanda Penduduk “KTP” bagi warga negara Indonesia.
  • Fotokopi paspor, Kitas “Kartu Izin Tinggal” atau Kartu Izin Tinggal Tetap “KITAP” bagi warga negara asing.
  • Fotokopi SK PNS bagi Pegawai Negeri Sipil, fotokopi surat keterangan kerja bagi karyawan swasta.
  • Mengisi formulir pendaftaran pembuatan NPWP di kantor pajak.

Syarat Membuat NPWP Wiraswasta

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk “KTP”
  • Fotokopi surat keterangan usaha, paling tidak dari RT setempat, bila perusahaan berbadan hukum Perseroan Terbatas “PT” maka harus menyertakan Akta Pendirian atau SIUP.
  • Mengisi formulir penyertaan di kantor pajak dan menyiapkan materi Rp 6000,-
  • Mengisi beberapa formulir yang diperlukan di kantor pajak.

Demikianlah pembahasan mengenai NPWP : Pengertian, Perbedaan, Fungsi, Manfaat, Dan Syaratnya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Baca Juga: