Pameran Seni Rupa – Fungsi, Unsur, Jenis, Tujuan dan Contoh

Diposting pada

Pengertian Pameran Seni Rupa – Fungsi, Unsur, Jenis, Tujuan dan ContohPameran Seni Rupa yang dimana dalam hal ini meliputi sejarah, arti, asas, tujuan dan tokoh, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pameran Seni Rupa - Fungsi, Unsur, Jenis, Tujuan dan Contoh

Pengertian Pameran Seni Rupa

Pameran Karya Seni Rupa adalah kegiatan yang dilakukan oleh para seniman baik itu perorangan ataupun kelompok untuk menyampaikan ide gagasan pada masyarakat melalui media seni rupa sehingga pameran tersebut dapat menjadi alat komunikasi antara seniman dengan sang apresiator.


Pengertian Pameran Seni Rupa Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pengertian pameran seni rupa menurut para ahli, antara lain:


1. Menurut Myers. B

Pameran merupakan sebagai suatu aktivitas yang melibatkan satu ruang, biasanya galeri atau dewan dan memamerkan hasi karya seni seperti lukisan, catan, cetakan, arca, ukiran, gambar foto dan karya yang siap.


2. Menurut Preble, S dan Duane

menjelaskan bahawa di Amerika pameran dikenali sebagai “exhibit” (pamer), manakala di Perancis pula dikenali sebagai “exposition atau show” (pameran).


3. Menurut Adi Irwanto

Pameran merupakan cara untuk menyajikan hasil karya seni, baik itu karya seni 2D maupun 3D secara visual.

Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi: 101 Pengertian Dan Macam-Macam Seni Menurut Para Ahli


4. Menurut Wikipedia

Pameran merupakan suatu kegiatan penyajian karya seni rupa, supaya dapat diapresiasi oleh masyarakat luas.


Fungsi Pameran Karya Seni Rupa

Pameran karya seni rupa memiliki berbagai fungsi sosial bagi masyarakat, diantaranya:

  1. Sebagai sarana edukasi, yakni pameran berfungsi mendidik siswa untuk mengetahui pentingnya pengalaman batin yang berguna untuk menyeimbangkan kegiatan akal dan pikiran manusia.
  2. Sebagai sarana apresiasi, yakni Pameran tersebut diadakan berfungsi untuk mengeluarkan ide gagasan pencipta yang kemudian para pengunjung akan memberikan apresiasi atau memberi penilaian terhadap karya seni yang mereka buat, proses apresiasi dapat dibedakankan menjadi 2 yaitu apresiasi aktif dan apresiasi pasif.
  3. Sebagai sarana prestasi, yakni pameran dapat menjadi ajang kompetisi bagi para pencipta seni, karena melalui karya seni kita akan tahu setinggi apa keaktifan dan kreativitas pencipta seni dalam membuat karya.
  4. Sebagai sarana rekreasi, yakni Pameran dapat berfungsi sebagai tempat untuk merilekskan pikiran dan menghilangkan kejenuhan atas  kegiatan atau rutinitas sehari-hari baik itu sekolah, kerja atau sebagainya yang banyak menguras energi dan pikiran.

Unsur-Unsur Pameran Seni Rupa

Unsur-unsur dalam pameran seni rupa sebagai berikut.

  • Karya-karya seni rupa yang akan dipamerkan.
  • Panel atau sketsel, standart display atau box untuk memajang karya seni yang akan dipamerkan.
  • Dekorasi yakni perlengkapan untuk menyajikan karya seni agar lebih indah.
  • Sound system yakni sarana audio yang diperlukan untuk menciptakan suasana nyaman bagi pengunjung pameran.
  • Label karya digunakan untuk menulis identitas (judul, pecipta, teknik dan tahun penciptaan) dan ditempel di dekat karya seni yang dipamerkan.
  • Katalog yakni lembaran petunjuk yang berisi penyelenggaraan pameran.
  • Buku tamu yang diisi oleh pengunjung pameran.
  • Buku pesan atau kesan, digunakan untuk mengetahui tanggapan pengunjung terhadap karya yang dipamerkan.

Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi: Penjelasan Aliran Seni Lukis Beserta Jenis, Ciri Dan Tokohnya


Jenis-Jenis Pameran Seni Rupa

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis pameran seni rupa, antara lain sebagai berikut:


1. Menurut Jumlah Pesertanya

  • Pameran tunggal, Merupakan pameran seni rupa yang hanya diselenggarakan secara individual (perorangan).
  • Pameran kelompok, Marupakan pameran seni rupa yang diselenggarakan oleh baberapa saniman atau pengrajin.

2. Menurut Sifatnya 

  • Pameran Insidental, yaitu pameran seni rupa yang diselenggarakan secara berkala yang didasarkan atas kebutuhan yang ada, misalnya: pameran kaligrafi guna menyongsong perayaan Isro’ Mi’raj.
  • Pameran rutin, yaitu pameran seni rupa yang diselenggarakan pada periode tertentu secara tetap dan berkelanjutan, misalnya: pentas seni yang dilakukan setiap akhir semester.
  • Pameran permanen, yaitu pameran seni rupa yang diselenggarakan secara terbuka, tetap dan terus menerus.

3. Menurut Ragam Jenis Karya yang Digelar

  • Pameran homogen, yaitu pameran seni rupa yang memamerkan berbagai jenis karya seni rupa.
  • Pameran heterogen, yaitu pameran seni rupa yang memamerkan satu jenis karya seni rupa yang seragam.

4. Menurut Tempat Berlangsungnya 

  • Pamaran terbuka, yaitu pameran seni rupa yang berlangsung di luar ruangan secara tarbuka.
  • Pameran tertutup, yaitu pameran seni rupa yang berlangsung di dalam ruangan suatu gedung.
  • Pameran bergerak, yaitu pameran seni rupa yang diselenggarakan menggunakan alat yang bergerak, seperti kendaraan/ mobil.

Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi: Pengertian Dan Macam – Macam Relief Seni Pahat Pada Zaman Kuno


5. Menurut Jenis Dimensi Karya Seni Rupa

  • Pameran karya seni rupa dua dimensi

Pameran yang hanya menyajikan karya seni rupa pada bidang datar seperti gambar, lukisan, seni grafis. Karya ini hanya dapat dinikmati dari satu arah.


  • Pameran karya seni rupa tiga dimensi

Pameran yang hanya menyajikan karya seni yang memiliki volume/kesan ruang yang sebenarnya, yaitu memiliki ukuran Panjang x lebar x tinggi. Karya seni ini dapat diamati dari berbagai arah.


Tujuan Pameran Seni Rupa

Pameran di sekolah memiliki beberapa tujuan, seperti tujuan sosial, komersial dan kemanusian.

  • Tujuan sosial ialah karya seni yang dipamerkan digunakan untuk kepentingan sosial.
  • Tujuan komersial ialah pameran bertujuan untuk menghasilkan keuntungan bagi seniman atau penyelenggara seniman, diharapkan karya yang dipamerkan terjual.
  • Tujuan kemanusiaan ialah demi kepentingan pelestarian, pembinaan nilai-nilai serta pengembangan hasil karya seni budaya yang masyarakat miliki. Penjualan karya dengan tujuan ini akan disumbangkan ke panti asuhan, korban bencana, maupun masyarakat kurang mampu.

Manfaat Pameran Seni Rupa

Berikut ini terdapat beberapa manfaat pameran seni rupa, antara lain sebagai berikut:

  • Dapat menumbuhkan dan menambah kemampuan Apresiasi Terhadap Seni Rupa
  • Dapat melatih diri untuk dapat bekerja sama dengan orang lain
  • Dapat melatih sikap tanggung jawab dan mandiri
  • Dapat menumbuhkan motivasi
  • Dapat menghilangkan rasa stress dan jenuh
  • Dapat dijadikan sebagai sarana promosi

Syarat Penyelenggara Pameran Seni Rupa

Untuk menyelenggarakan pameran, kita harus memenuhi syarat-syarat utamanya, yaitu sebagai berikut.

1. Karya yang Akan Dipamerkan 

1.1 Karya seni rupa homogen

  • Karya seni rupa 2 dimensi saja.
  • Karya seni rupa 3 dimensi saja.
  • Karya lukis saja.
  • Karya grafis saja, dan sebagainya.

1.2 Karya yang heterogen

Campuran dari berbagai jenis karya seni rupa, baik dimensi maupun medianya.


Selain menurut jenisnya, pameran juga dapat dikelompokkan menurut jumlah seniman yang akan memamerkan karyanya, yakni:

  • pameran tunggal, yaitu karya-karya yang dipamerkan merupakan hasil karya satu orang seniman,
  • pameran kelompok, yaitu karya-karya yang dipamerkan merupakan hasil karya beberapa seniman.

Baca Juga Artikel Terkait Tentang Materi: Pengertian Sastra Menurut 15 Para Ahli Dan KBBI


2. Panitia Pameran 

Penyelenggaraan sebuah pameran biasanya dilakukan oleh sebuah panitia. Hal ini untuk mengatur mekanisme kerja secara efektif. Kepanitiaan pameran di sekolah dapat disusun sebagai berikut.


2.1 Daftar Panitia Pameran Seni Rupa

NoSusunan PanitiaTugas/ Tanggungjawab
1Pembimbing
2Ketuabertanggung jawab atas seluruh pelaksanaan
3Wakil Ketuamembantu ketua untuk urusan keluar
4Sekretarismembantu bidang administrasi
5Bendaharamembantu bidang keuangan
6Seksi Penyeleksibertugas menyeleksi karya-karya yang akan dipamerkan
7Seksi Usahabertugas mencari dana
8Seksi Publikasi dan Humasbertugas menghubungi pihak luar yang terkait
9Seksi Dekorasibertugas mengatur komposisi pameran
10Seksi Akomodasibertugas menyiapkan ruang, tempat, display
11Seksi Operasionalbertugas menjaga, menerangkan, dan menerima tamu (pengunjung)
12Seksi Keamananbertanggung jawab atas keamanan pameran
13Seksi PPPKbertugas mengatasi kecelakaan dalam pameran

Susunan kepanitiaan tersebut dapat ditambah atau dikurangi menurut kondisi masing-masing.


3. Sarana dan Prasarana 

Dalam suatu pelaksanaan pameran, sarana dan prasarana menjadi syarat mutlak yang harus ada. Karena, tanpa syarat ini sebuah pameran tidak akan dapat dilaksanakan.


Yang termasuk sarana dan prasarana adalah:

  • dana,
  • ruangan / tempat,
  • pencahayaan (lighting),
  • panel-panel untuk memasang karya, standar display untuk memasang karya 3 D
  • sound system,
  • katalaog,
  • buku tamu, buku kesan dan pesan.

4. Pengunjung 

Sebuah pameran baru dikatakan berjalan bila didatangi pengunjung, karena sebuah pameran pada dasarnya bertujuan mengadakan komunikasi antara seniman dengan pengunjung. Dengan demikian, tujuan pameran tidak akan tercapai bila tak ada pengunjung.


Untuk mendatangkan pengunjung, perlu dilakukan publikasi secara tepat, antara lain dengan reklame-reklame yang bersifat undangan.


Prinsip dalam Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa

Berikut ini terdapat beberapa prinsip dalam penyelenggaraan pameran seni rupa, antara lain sebagai berikut:


  1. Prinsip Interaksi

Prinsip interaksi adalah prinsip yang harus berorientasi pada kepentingan penyelenggara dan pengunjung dalam penyelenggaraan pameran.


  1. Prinsip Inisiatif 

Prinsip inisiatif adalah penyelenggaraan pameran yang mengambil inisiatif serta menentukan langkah-lagkah yang sistematis dan terencana ke arah pendekatan khalayak ramai pada pameran yang sedang diselenggarakan.


  1. Prinsip Repetisi 

Prinsip repetisi adalah prinsip penyelenggaraan pameran yang dilakukan secara berulang-ulang.


  1. Prinsip lntegritas

Prinsip integritas adalah prinsip penyelenggaraan yang menampilkan banyak koleksi pameran, contohnya pameran seni lukis, yang di dalamnya terdiri dari bermacam-macam aliran.


  1. Prinsip Efisiensi 

Prinsip eflsiensi adalah penyelenggaraan pameran dengan melakukan penulisan secara sistematis agar tidak merepotkan penyelenggara dan pengunjung.


Prinsip efisiensi dapat didukung oleh lingkungan yang indah dan menarik, cara penataan warna suara maupun komposisi materi pameran hingga tercipta suasana yang menyenangkan. Beberapa kelengkapan pameran yang perlu diketahui di antaranya adalah:

  • katalog,
  • tape recorder,
  • lampu untuk penerangan ruang,
  • spanduk untuk publikasi,
  • sketsel atau papan panel,
  • meja untuk menempatkan buku, dan
  • pedestal untuk menempatkan karya 3 dimensi.

Perencanaan Pameran Seni Rupa

Sebuah pameran seni rupa perlu adanya rancangan yang sistematis dan baik agar waktu pelaksanaan pameran dapat berjalan lancar. Berikut akan diuraikan secara singkat tahapan perencanaan sebuah pameran seni rupa :


1. Menentukan Tujuan

Langkah pertama adalah menentukan tujuan penyelenggaraan pameran yang akan dilaksanakan nanti untuk apa. Penyelenggaraan pameran dapat bertujuan untuk kemanusiaan, komersil ataupun pendidikan


2. Menentukan Tema

Tema bertujuan untuk memperjelas tujuan penyelenggaraan pameran sehingga misi pameran dapat tercapai


3. Menyusun Kepanitiaan

Kepanitiaan perlu dibuat untuk mendukung pelaksanaan pameran. Penyusunan struktur organisasi kepanitiaan pameran disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, situasi dan kondisi sekolah. Penyelenggaraan pameran akan berjalan lancar apabila ada pembagian tugas yang jelas.


Berikut susunan kepanitiaan Pameran seni rupa :

  • Ketua
  • Wakil Ketua
  • Sekretaris
  • Bendahara
  • Seksi Sekretaris
  • Seksi Usaha
  • Seksi Publikasi dan Dokumentasi
  • Seksi Dekorasi dan Penataan Ruang
  • Seksi Stand
  • Seksi Pengumpulan dan Seleksi Karya
  • Seksi Perlengkapan
  • Seksi Keamanan
  • Seksi Konsumsi

4. Menentukan Waktu dan Tempat

Pelaksanaan Pameran disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran, misalnya pada akhir semester atau pada waktu penerimaan raport semester.


5. Menyusun Agenda Kegiatan

Agenda kegiatan disusun dalam sebuah tabel degan mencantumkan komponen jenis kegiatanan, dan waktu pelaksanaan serta siapa yang bertanggungjawab.


6. Menyusun Proposal Kegiatan

Penyusunan kegiatan dapat digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pameran.Selain itu proposal kegiatan bisa digunakan untuk mencari dana dari pihak ketiga (Sponsorship) untuk membantu kelancaran kegiatan. Secara umum isi proposal antara lain; latar belakang, tema, nama kegiatan, landasan dasar penyelenggaran, tujuan, susunan panitia, anggaran biaya, jadwal kegiatan, ketentuan sponsorship dan lain-lain.


Contoh Pameran

Berikut ini terdapat beberapa contoh pameran seni rupa, antara lain sebagai berikut:


1. Pameran ‘Seni Berubah dan Dunia Berubah’ di Museum MACAN

Pameran 'Seni Berubah dan Dunia Berubah' di Museum MACAN

2. Pameran ‘Senandung Ibu Pertiwi’, Koleksi Istana Kepresidenan Indonesia

Pameran 'Senandung Ibu Pertiwi', Koleksi Istana Kepresidenan Indonesia

3. Jakarta Biennale 2017

Jakarta Biennale 2017

4. Indonesian Contemporary Art and Design (ICAD) 2017

Indonesian Contemporary Art and Design (ICAD) 2017

5. Art Jog 10: ‘Changing Perspective

Art Jog 10: 'Changing Perspective'

6. Bandung Contemporary Art Awards

Bandung Contemporary Art Awards

7. Rest Area – Perupa Membaca Indonesia

Rest Area - Perupa Membaca Indonesia


8. Biennale Jogja 2017

Biennale Jogja 2017

9. Pameran ‘Goro-goro Bhinneka Keramik’ Butet Kartaredjasa

Pameran 'Goro-goro Bhinneka Keramik' Butet Kartaredjasa

Demikianlah pembahasan mengenai Pameran Seni Rupa – Fungsi, Unsur, Jenis, Tujuan dan Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.